Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Bengkulu Tetapkan 262 Calon Siswa Tahun Ajaran 2026/2027

BENGKULU – Pemerintah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu tahap penting dilakukan melalui Rapat Pleno Final Penetapan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Kantor Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Sabtu (18/7).

Rapat yang diselenggarakan oleh Sentra Dharma Guna Bengkulu bersama Dinas Sosial Provinsi Bengkulu tersebut menjadi tahapan akhir sebelum pelaksanaan Grand Opening dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026.

Proses pleno bertujuan memastikan seluruh calon peserta didik yang dinyatakan lolos telah memenuhi persyaratan program. Seluruh calon siswa berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta telah melalui proses verifikasi dan validasi agar penyaluran program tepat sasaran.

Rapat dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kota Bengkulu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3, Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta jajaran Sentra Dharma Guna Bengkulu.

Hasil rapat menetapkan sebanyak 262 calon siswa untuk Tahun Ajaran 2026/2027, terdiri atas 52 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.

Calon peserta didik yang berasal dari luar Kota Bengkulu dijadwalkan mulai hadir pada 19 Juli 2026, sedangkan peserta dari Kota Bengkulu akan mengikuti proses kedatangan pada 20 Juli 2026 sebelum dimulainya kegiatan MPLS.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda, mengatakan rapat pleno merupakan tahapan penting untuk memastikan proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaat program dapat diterima oleh keluarga yang berhak.

“Melalui proses verifikasi yang cermat, kami berharap peserta didik yang diterima benar-benar anak-anak yang berhak memperoleh kesempatan ini. Semoga mereka dapat belajar dengan baik dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Swifanedi.

Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3. Selain memberikan layanan pendidikan, sekolah juga dilengkapi dengan fasilitas asrama, pembinaan karakter, serta pendampingan bagi para siswa guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 merupakan hasil sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten dan kota, serta berbagai pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap program ini dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjadi salah satu langkah strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *