BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, baik yang masih dalam tahap rintisan maupun yang sedang dibangun secara permanen. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi, Sabtu (18/7), Khofifah menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen didukung oleh penyediaan lahan dari pemerintah kabupaten/kota, sementara pembiayaan pembangunan sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Khofifah menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari kelompok masyarakat Desil 1 dan Desil 2.
“Cara kita memutus mata rantai kemiskinan diberikan fasilitas pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka,” ujar Khofifah.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mengapresiasi perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi yang telah mencapai sekitar 88,7 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 12 hari.
Sekolah tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti asrama siswa, ruang kelas modern, laboratorium, gedung serbaguna, sarana olahraga, serta tempat ibadah.
Menurut Khofifah, fasilitas yang tersedia dinilai mampu mendukung proses belajar mengajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Sekolah Rakyat bisa memberikan fasilitas itu, dan ini program yang sangat strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Prabowo-Gibran,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak khawatir terhadap sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan yang lebih baik, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian, kedisiplinan, serta karakter anak sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Banyuwangi akan menerima 237 peserta didik, terdiri atas 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa SMP, dan 57 siswa SD.
Pemerintah berharap pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah dapat memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat kurang mampu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
