JAKARTA, 7 Mei 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Pengarah Panitia Seleksi Nasional Zulkifli Hasan menyatakan rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) merupakan investasi sumber daya manusia terbesar yang pernah dilakukan pemerintah di tingkat desa. Program ini disiapkan untuk melibatkan generasi muda dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan dan pesisir.
“Dan ini akan menjadi ujung tombak pangan masyarakat, mereka akan memotong rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani dan masyarakat,” ujar Zulkifli dalam jumpa pers di Jakarta.
Pemerintah membuka sebanyak 30.000 posisi manajer Kopdes Merah Putih sejak 15 April 2026. Hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026, jumlah pelamar mencapai 639.732 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 487.819 peserta melengkapi dokumen administrasi dan 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Saat ini, proses seleksi memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 3–12 Mei 2026 menggunakan sistem computer assisted test (CAT) di 72 lokasi di seluruh Indonesia. Pemerintah menegaskan proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan untuk menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun, tidak ada jalur khusus, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan,” tegas Zulkifli. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Setelah tes kompetensi, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan tambahan berupa tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan pada akhir Mei 2026. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 7 Juni 2026.
Pemerintah juga menyiapkan pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad) serta pelatihan manajerial bagi peserta terpilih. Para manajer nantinya akan bekerja dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun.
Program Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa, memperpendek rantai distribusi pangan, serta meningkatkan posisi tawar petani dan nelayan. Koperasi ini juga diharapkan menjadi pusat distribusi bantuan dan komoditas strategis di tingkat lokal.
Dari sisi dampak, program ini diperkirakan dapat membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda desa, meningkatkan efisiensi distribusi pangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan. Tingginya jumlah pelamar juga menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap peluang kerja dan pengembangan ekonomi desa.
Ke depan, pemerintah akan mengawal ketat seluruh tahapan seleksi dan pelatihan guna memastikan para manajer yang terpilih memiliki kapasitas profesional dalam mengelola koperasi desa. Program ini ditargetkan menjadi salah satu penggerak utama transformasi ekonomi berbasis desa di Indonesia.
