LABUHANBATU UTARA — Masyarakat bersama prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0209/Labuhanbatu menuntaskan pembangunan Jembatan Aramco di Desa Sibito, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada Rabu (22/4/2026). Jembatan sepanjang 5,3 meter tersebut kini telah mencapai progres 100 persen dan difungsikan sebagai akses penghubung utama menuju Desa Rombisan.
Penyelesaian pembangunan dilakukan melalui kerja bakti atau gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat, dengan fokus pada penyempurnaan konstruksi agar jembatan dapat digunakan secara aman dan optimal.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan ini mencerminkan sinergi kuat antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di daerah.
“Penyelesaian jembatan ini menunjukkan semangat gotong royong antara TNI AD dan masyarakat dalam membangun sarana yang bermanfaat bagi kepentingan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi warga Desa Sibito dan Desa Rombisan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Dengan selesainya pembangunan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar, terutama dalam menunjang mobilitas serta distribusi hasil pertanian,” kata Asrul.
Secara historis, keterbatasan infrastruktur di wilayah pedesaan kerap menjadi kendala utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Pembangunan jembatan skala kecil seperti ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan pembangunan, khususnya di daerah terpencil.
Dari sisi dampak, kehadiran Jembatan Aramco diperkirakan akan memperlancar arus barang dan jasa, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mempermudah akses layanan sosial seperti pendidikan dan kesehatan. Infrastruktur ini juga berpotensi menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban bagi warga.
Ke depan, TNI bersama pemerintah daerah berencana terus mendorong pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi dengan masyarakat, guna memperkuat konektivitas wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
