Satgas Yonarhanud 2 Kostrad Tanamkan Wawasan Kebangsaan di Perbatasan RI–RDTL

TIMOR TENGAH UTARA — Satuan Tugas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Napan Bawah menggelar kegiatan pendidikan wawasan kebangsaan dan bela negara bagi pelajar di SMA Bikomi Utara, Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas memberikan materi terkait cinta tanah air, nilai-nilai Pancasila, serta peran strategis pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa. Metode pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan dialog langsung dengan para siswa.

Perwakilan Satgas menyampaikan bahwa edukasi kebangsaan menjadi bagian penting dari tugas pembinaan teritorial TNI di wilayah perbatasan. “Kami ingin menanamkan pemahaman kepada generasi muda bahwa mereka memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan dialogis dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar. “Selain teori, kami juga mengajak siswa berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nonfisik Satgas Pamtas yang rutin dilaksanakan di wilayah perbatasan. Secara historis, wilayah perbatasan RI–RDTL memiliki posisi strategis sehingga penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting untuk mencegah pengaruh negatif dari luar serta memperkuat identitas nasional.

Dari sisi dampak, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya persatuan dan nasionalisme, sekaligus membangun karakter yang berlandaskan nilai kebangsaan. Hal ini menjadi krusial dalam menjaga stabilitas sosial di kawasan perbatasan.

Sebagai tindak lanjut, Satgas Pamtas berencana terus menggencarkan program edukasi serupa di sekolah-sekolah lain di wilayah TTU, dengan melibatkan pemerintah daerah dan tenaga pendidik guna memperluas jangkauan pembinaan karakter kebangsaan bagi pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *