TMMD Sengkuyung II Sleman Perkuat Gotong Royong dan Pembangunan Desa

SLEMAN — Program Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II yang dilaksanakan Kodim 0732/Sleman di Dusun Tobayan, Sendangrejo, Minggir, Kabupaten Sleman, Rabu (15/4/2026), tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat melalui semangat gotong royong lintas sektor.

Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa secara berkelanjutan. “TMMD bukan hanya tentang pembangunan jalan atau rumah. Ini adalah tentang menyatukan kekuatan semua komponen masyarakat TNI, pemerintah daerah, swasta, komunitas dan warga untuk membangun desa bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan TMMD dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa, baik melalui pembangunan fisik seperti infrastruktur dasar maupun kegiatan nonfisik yang mencakup pembinaan sosial dan peningkatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Program TMMD sendiri merupakan bagian dari kebijakan terpadu TNI yang telah berlangsung sejak lama sebagai upaya percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, terutama daerah yang membutuhkan intervensi pembangunan. Selain pembangunan jalan dan fasilitas umum, TMMD juga kerap diisi dengan penyuluhan kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Dari sisi dampak, pelaksanaan TMMD dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah desa, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat. Keterlibatan langsung warga dalam proses pembangunan juga mendorong rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dilakukan.

Ke depan, Kodim 0732/Sleman bersama pemerintah daerah akan melanjutkan tahapan pelaksanaan TMMD hingga selesai sesuai target, termasuk memastikan seluruh sasaran fisik dan nonfisik dapat terealisasi serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *