SUMBA BARAT DAYA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1629/Sumba Barat Daya mulai merealisasikan pembangunan sumur bor di Desa Umbu Wango, Kecamatan Wewewa Selatan, Kamis (30/4/2026). Tahapan awal ditandai dengan penurunan alat bor oleh Satuan Tugas (Satgas) TMMD sebagai langkah awal penyediaan akses air bersih bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar, khususnya ketersediaan air bersih. Proses penurunan alat dilakukan secara bertahap sebelum memasuki tahap pengeboran untuk menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan warga.
Personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka bahu-membahu menurunkan dan menyiapkan peralatan pengeboran, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas pelaksanaan TMMD di berbagai daerah.
Program pembangunan sumur bor ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan mendesak warga Desa Umbu Wango yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau. Keterbatasan akses air selama ini berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk kebutuhan rumah tangga dan sanitasi.
Pelaksanaan TMMD sendiri merupakan program terpadu TNI yang telah berlangsung sejak 1980-an, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di daerah tertinggal. Selain pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum, TMMD juga menyasar pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk air bersih dan kesehatan lingkungan.
Keberadaan sumur bor ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup, menjaga kebersihan lingkungan, serta menekan risiko penyakit akibat keterbatasan air bersih. Akses air yang memadai juga berpotensi mendukung aktivitas ekonomi warga, seperti pertanian dan peternakan.
Satgas TMMD ke-128 Kodim 1629/Sumba Barat Daya menargetkan proses pembangunan sumur bor dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Ke depan, program serupa direncanakan terus diperluas untuk menjangkau wilayah lain yang masih mengalami kesulitan akses air bersih, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di daerah.
