PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menargetkan sebanyak 420 siswa dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan gratis melalui Program Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ajaran 2026/2027. Target tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin serta menekan angka putus sekolah di daerah.
Target penerimaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat meninjau kegiatan Open House Sekolah Rakyat di SRMP 3 Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026). Menurutnya, peningkatan kuota dilakukan seiring bertambahnya kapasitas infrastruktur pendidikan yang sedang dibangun pemerintah.
“Untuk tahun anggaran dan tahun ajaran baru ini, kami menargetkan sebanyak 420 siswa di seluruh Provinsi Riau dapat terakomodasi dan menikmati fasilitas pendidikan gratis di Sekolah Rakyat,” kata Syahrial Abdi.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya Program Sekolah Rakyat di Riau hanya mampu menampung sekitar 150 siswa. Tahun ini, kapasitas penerimaan meningkat signifikan berkat pembangunan fasilitas baru, termasuk kompleks Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Kenaikan angka penerimaan tahun ini memang melompat jauh dari capaian tahun lalu. Hal ini dimungkinkan karena progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi saat ini sudah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Agustus mendatang,” ujarnya.
Selain memperluas daya tampung, Pemerintah Provinsi Riau juga mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah masing-masing. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat enam pemerintah daerah telah menyatakan kesiapan administrasi dan lokasi untuk mendukung pengembangan program tersebut.
Untuk wilayah Kota Pekanbaru, pemerintah telah menyiapkan lokasi baru di Kecamatan Tenayan Raya. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah mengalokasikan lahan seluas 10 hektare di kawasan Pasir Putih, Jalan Lintas Timur Kilometer 19, sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang fasilitas pendidikan terpadu.
“Kami sudah mengamankan aset lahan seluas 10 hektare di Pasir Putih untuk pembangunan jangka panjang. Saat ini tim sedang menyelesaikan persiapan dokumen Andalalin dan proses pematangan lahan,” kata Syahrial.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Konsep pendidikan yang diterapkan berbasis asrama sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, penguatan keterampilan, serta pemenuhan kebutuhan dasar selama masa belajar.
Secara nasional, pemerintah tengah mempercepat pembangunan puluhan Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Bagi masyarakat Riau, peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat diperkirakan akan memberikan dampak signifikan, terutama bagi anak-anak di wilayah pelosok, pesisir, dan keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Dengan sistem pendidikan berasrama dan pembiayaan yang ditanggung pemerintah, peluang anak-anak untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi diharapkan semakin terbuka.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, penyediaan lahan baru, serta penyelesaian fasilitas pendidikan permanen agar target penerimaan siswa dapat tercapai dan manfaat program Sekolah Rakyat semakin dirasakan masyarakat luas.
