Babinsa Turun ke Lahan, Bantu Petani Jagung Perkuat Ketahanan Pangan di Aceh

ACEH TIMUR – Babinsa Koramil setempat turun langsung membantu petani mengelola lahan jagung di Desa Matang Ara, Kabupaten Aceh Timur, sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pertengahan Juni 2026 dengan melibatkan petani dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa terlibat langsung mendampingi petani di lahan pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga berbagai aktivitas budidaya tanaman jagung. Kehadiran aparat teritorial di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi serta membantu mempercepat pekerjaan yang sedang dilakukan.

Pendampingan sektor pertanian merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan Babinsa di wilayah binaan. Peran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Babinsa membantu memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian. Kehadiran aparat kewilayahan juga menjadi sarana komunikasi sosial untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga dapat dicarikan solusi bersama. Tugas pembinaan teritorial memang menempatkan Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat di tingkat desa. 

Kegiatan pendampingan pertanian seperti ini sejalan dengan berbagai program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika kebutuhan pangan. Jagung sendiri merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting sebagai bahan pangan maupun pakan ternak.

Bagi masyarakat Desa Matang Ara, dukungan yang diberikan Babinsa dinilai membantu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan secara optimal. Selain mempercepat pekerjaan di lapangan, keterlibatan TNI juga memperkuat budaya gotong royong yang masih menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan.

Ke depan, pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan melalui koordinasi antara Babinsa, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian, menjaga ketersediaan pangan, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Aceh Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *