POLEWALI MANDAR, 22 Juni 2026 — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda jenis Armco di Dusun Tondok Bakaru, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, telah mencapai progres sekitar 80 persen. Infrastruktur yang dibangun melalui program karya bakti TNI bersama masyarakat tersebut kini memasuki tahap perakitan rangka besi lantai sebelum dilakukan pengecoran dan ditargetkan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Komandan Koramil 1402-01/Polewali Kapten Inf Ahmad Yani saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Senin (22/6/2026) mengatakan bahwa pekerjaan berjalan sesuai target berkat sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah progres pembangunan sudah mencapai sekitar 80 persen. Dua panel utama jembatan Armco telah terpasang dengan kokoh dan saat ini personel TNI bersama masyarakat sedang menyelesaikan pekerjaan rangka lantai jembatan,” kata Ahmad Yani.
Ia menjelaskan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi faktor utama dalam mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara TNI dan warga mampu mendorong pembangunan infrastruktur berjalan efektif dan tepat waktu.
“Kebersamaan antara TNI dan masyarakat sangat baik. Ini menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Kepala Desa Kunyi, Anri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembangunan yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Ia menilai keberadaan jembatan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi warga yang selama ini menghadapi kendala akses, terutama saat musim hujan.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sangat menggembirakan. Struktur jembatan sudah terlihat kokoh dan masyarakat sangat bersyukur karena akses yang selama ini menjadi harapan warga akhirnya segera terwujud,” kata Anri.
Jembatan Perintis Garuda yang memiliki panjang sekitar sembilan meter dan lebar empat meter tersebut dibangun untuk menghubungkan akses antarwilayah yang selama ini kerap terganggu akibat meningkatnya debit sungai. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan bagi pelajar, mempercepat pelayanan kesehatan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan.
Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari upaya TNI melalui pembinaan teritorial yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah. Melalui pendekatan gotong royong, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Dari sisi manfaat ekonomi, keberadaan jembatan diperkirakan akan mengurangi hambatan transportasi yang selama ini dihadapi warga. Akses yang lebih baik akan membantu memperlancar arus barang dan jasa, meningkatkan efisiensi biaya distribusi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Selain itu, akses yang aman dan memadai juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan personel TNI dan warga masih terus bekerja menyelesaikan tahapan pembangunan secara bergotong royong. Semangat kebersamaan yang terlihat selama proses pembangunan menjadi cerminan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.
Ke depan, Kodim 1402/Polman bersama pemerintah desa akan terus mengawal penyelesaian pembangunan hingga tuntas agar jembatan dapat segera difungsikan. Pemerintah berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda mampu menjadi penggerak aktivitas masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga di Desa Kunyi dan wilayah sekitarnya.
