MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menggandeng TNI, Polri, dan PT Pertamina untuk mempercepat normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sumatra Utara. Langkah tersebut diambil menyusul terhambatnya distribusi BBM akibat aksi mogok sejumlah sopir truk tangki.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan pasokan BBM kepada masyarakat tetap terjaga dan pelayanan di SPBU dapat segera kembali normal.
Menurut Bobby, hasil koordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri menghasilkan langkah percepatan distribusi melalui penyiapan pengemudi sementara beserta pengamanan selama proses penyaluran BBM berlangsung.
Personel TNI dan Polri akan mendukung kelancaran distribusi sambil menunggu proses perekrutan pengemudi baru yang dilakukan oleh pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran BBM ke SPBU yang mengalami keterlambatan pasokan.
Bobby menegaskan bahwa persoalan internal yang terjadi tidak seharusnya berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengambil langkah-langkah cepat agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, TNI, dan Polri diharapkan mampu mengurangi antrean di SPBU serta mempercepat pemulihan distribusi BBM di berbagai wilayah Sumatra Utara.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah optimistis proses normalisasi distribusi dapat berlangsung secara bertahap sehingga pasokan BBM kembali stabil, pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lancar.
