DPRD Blora Dorong Pengembangan CNG untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

BLORA, 12 Mei 2026 — Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) serta optimalisasi potensi minyak dan gas bumi di Kabupaten Blora guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Siswanto, kondisi geopolitik global yang memanas, termasuk konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, memberikan dampak langsung terhadap sektor energi dan perdagangan dunia, termasuk Indonesia.

“Perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak luas terhadap geopolitik dan geoekonomi dunia, termasuk Indonesia. Dampaknya terasa di sektor perdagangan dan energi,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia perlu segera memperkuat kemandirian energi dengan memaksimalkan produksi migas dalam negeri karena hingga kini masih bergantung pada impor minyak dan LPG dari luar negeri.

Saat ini, Indonesia disebut masih mengimpor sekitar satu juta barel minyak per hari serta LPG untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Karena itu, Siswanto meminta perusahaan migas seperti ExxonMobil, Pertamina, serta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya agar mempercepat optimalisasi potensi migas yang dimiliki Kabupaten Blora.

“Kami minta seluruh potensi yang ada segera dieksploitasi supaya ketahanan energi nasional meningkat,” katanya.

Selain sektor migas konvensional, Siswanto juga melihat pengembangan CNG memiliki prospek besar sebagai alternatif energi nasional, khususnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Ia menilai keberadaan kilang mini CNG di Blora dapat membuka peluang baru di sektor bisnis retail energi melalui perusahaan daerah seperti Blora Patra Energy sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Pengembangan CNG juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang saat ini tengah menguji penggunaan tabung CNG ukuran 3 kilogram sebagai substitusi LPG subsidi untuk rumah tangga.

Dengan cadangan gas alam domestik yang cukup besar, CNG dipandang menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat ekonomi daerah berbasis sumber daya energi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *