KARAWANG — Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan peringatan Hari Reformasi dimaknai kalangan mahasiswa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagai pengingat penting untuk menjaga persatuan, kepedulian sosial, serta keberanian menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Seruan tersebut disampaikan seorang mahasiswa sekaligus aktivis di Karawang bernama Putra dalam keterangannya pada Selasa (12/5/2026).
Putra mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan sosial, pendidikan, hingga demokrasi.
“Kami, mahasiswa sekaligus aktivis di Karawang, menyatakan komitmen penuh untuk menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Reformasi. Peristiwa bersejarah ini menjadi pengingat penting tentang nilai persatuan, semangat perjuangan, serta keberanian menyuarakan kebenaran secara bertanggung jawab,” ujar Putra.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menciptakan suasana damai di tengah dinamika sosial yang berkembang saat ini. Karena itu, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat diminta menolak segala bentuk provokasi, tindakan anarkis, maupun penyebaran informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Sebagai generasi penerus bangsa, kami menyadari pentingnya menjaga kondusivitas dan persatuan. Karena itu, kami menolak segala bentuk provokasi, tindakan anarkis, serta penyebaran hoaks. Kami berkomitmen mengedepankan dialog konstruktif, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai demokrasi dan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Putra, semangat kebangkitan nasional juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mengajak generasi muda memperkuat solidaritas sosial melalui kegiatan pendidikan, pengabdian masyarakat, serta partisipasi aktif dalam menjaga demokrasi dan persatuan nasional.
“Pemuda tidak boleh apatis terhadap kondisi bangsa. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang peduli, kritis, dan mau bergerak bersama,” katanya.
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 1908 yang menjadi tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia. Sementara itu, Hari Reformasi diperingati setiap Mei untuk mengenang gerakan reformasi 1998 yang mendorong perubahan besar dalam sistem politik dan demokrasi di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, momentum Harkitnas dan Hari Reformasi kerap diwarnai kegiatan diskusi publik, aksi sosial, hingga penyampaian aspirasi mahasiswa di berbagai daerah. Pemerintah dan aparat keamanan juga rutin mengimbau masyarakat agar menyampaikan pendapat secara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pengamat sosial menilai, ajakan menjaga persatuan dan menolak hoaks menjadi penting di tengah meningkatnya arus informasi digital dan polarisasi di masyarakat. Sikap kritis yang disertai tanggung jawab dinilai dapat membantu menciptakan ruang demokrasi yang sehat sekaligus menjaga stabilitas sosial di daerah.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan pendidikan dinilai dapat memperkuat partisipasi publik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga nilai persatuan dan demokrasi.
Ke depan, kalangan mahasiswa di Karawang berencana menggelar sejumlah kegiatan diskusi, aksi sosial, dan edukasi publik dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Reformasi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat solidaritas generasi muda sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan kebangsaan.
