JAKARTA, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan mengapresiasi kinerja Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam menggagalkan berbagai aksi penyelundupan ilegal di wilayah perairan Indonesia sepanjang 2025 hingga 2026.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menyampaikan penghargaan tersebut usai menerima paparan hasil operasi TNI AL di Markas Komando Armada Republik Indonesia di Jakarta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut yang sudah berupaya sejauh itu,” ujar Djamari.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kekayaan alam Indonesia agar tidak diperjualbelikan secara ilegal.
Ia juga menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI AL dengan berbagai instansi seperti Bea Cukai, Polri, Bakamla, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Meski demikian, Djamari meminta pengawasan laut terus diperkuat mengingat Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas dan rawan dimanfaatkan untuk jalur penyelundupan.
“Saya berharap TNI AL jangan puas terhadap apa yang sudah kita capai, dan jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Pangkoarmada RI Denih Hendrata menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2026, TNI AL berhasil menggagalkan berbagai penyelundupan barang ilegal dan menyelamatkan potensi kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.
Barang ilegal yang berhasil diamankan antara lain timah, batu bara, benih lobster, sisik trenggiling, balpres, kosmetik ilegal, hingga penyelundupan pekerja migran ilegal.
Menurut Denih, wilayah rawan seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan menjadi fokus pengawasan ketat aparat keamanan laut.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara TNI Angkatan Laut dengan Bea Cukai, Polri, Bakamla RI, pemerintah daerah, instansi terkait lainnya, serta masyarakat,” ujarnya.
