BRIN Usulkan Penguatan Tata Kelola MBG, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Program

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajukan sejumlah rekomendasi strategis guna memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap salah satu program prioritas pemerintah.

Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, Yanu Endar Prasetyo, menjelaskan bahwa penguatan utama yang perlu dilakukan adalah membangun sistem keterbukaan informasi publik secara menyeluruh. Transparansi dinilai penting mulai dari proses perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, pemilihan mitra penyedia, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, keterbukaan informasi akan memperkuat pengawasan publik sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Dengan mekanisme yang terbuka, setiap tahapan pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih efektif sehingga dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain transparansi, BRIN juga menekankan pentingnya memperkuat integritas kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan. Kepemimpinan yang profesional, bebas dari konflik kepentingan, serta didukung penegakan hukum yang konsisten dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

Rekomendasi berikutnya adalah memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal melalui kolaborasi lintas lembaga. Pengawasan yang dilakukan secara berlapis diharapkan mampu memastikan kualitas pelayanan, efektivitas penggunaan anggaran, serta kepatuhan terhadap standar operasional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BRIN juga mendorong penerapan sistem evaluasi dan pemantauan berbasis data secara berkelanjutan. Melalui evaluasi yang dilakukan secara periodik, pemerintah dapat mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, melakukan perbaikan kebijakan secara cepat, serta memastikan program terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan rekomendasi tersebut, pemerintah sebelumnya telah menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilanjutkan dengan berbagai langkah penyempurnaan tata kelola. Evaluasi terhadap kualitas layanan, mekanisme distribusi, pelibatan mitra lokal, hingga efektivitas operasional terus dilakukan agar manfaat program semakin optimal bagi kelompok sasaran, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik.

Masukan dari BRIN dipandang sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan berbasis riset dan evidence-based policy. Sinergi antara lembaga penelitian, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat implementasi MBG sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi, mempercepat penurunan stunting, dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dapat tercapai secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *