BATAM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberantasan penyelundupan narkotika melalui jalur laut. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pemusnahan 100 cartridge liquid vape yang diduga mengandung narkotika hasil pengungkapan operasi intelijen di wilayah perairan Batam, Sabtu (18/7).
Konferensi pers dan pemusnahan barang bukti dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral IV Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko serta dihadiri perwakilan BNN Provinsi Kepulauan Riau, Polda Kepulauan Riau, BPOM Batam, Bea Cukai Batam, dan Kejaksaan Negeri Batam sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika.
Laksda TNI Berkat Widjanarko menjelaskan bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil operasi gabungan Satgas Cakra-26.K Satintelmar Pusintelal, Den Intel Kodaeral IV, dan Pos Babinpotmar Sagulung yang dilaksanakan di perairan Batam pada 15 Juli 2026.
Menurutnya, pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen yang kemudian ditindaklanjuti melalui operasi pengejaran, penyekatan, dan penyelidikan. Saat dilakukan pengejaran, pelaku diduga membuang sebuah tas ke laut sebelum melarikan diri menuju wilayah perbatasan. Tim kemudian berhasil mengamankan tas tersebut yang berisi 100 cartridge liquid vape yang diduga mengandung zat berbahaya.
Hasil pemeriksaan awal menggunakan alat Rigaku milik TNI AL dengan dukungan tenaga ahli dari Dinas Kesehatan Kodaeral IV menunjukkan adanya kandungan etomidate pada cartridge yang diamankan. Temuan tersebut mengindikasikan adanya zat yang berpotensi disalahgunakan apabila diedarkan secara ilegal.
Barang bukti yang diamankan terdiri atas 50 cartridge merek Yakuza, 50 cartridge bergambar buah-buahan, serta satu tas jinjing berwarna hijau. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai Rp250 juta hingga Rp800 juta, bergantung pada harga edar di pasar gelap.
Sebagai bagian dari proses penegakan hukum, sebanyak 98 cartridge dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara dua cartridge disisihkan untuk kepentingan penyidikan dan pembuktian di persidangan.
“TNI AL akan terus meningkatkan kemampuan intelijen, patroli laut, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam memberantas penyelundupan narkotika melalui jalur laut,” tegas Laksda TNI Berkat Widjanarko.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan perairan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyelundupan narkotika serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Melalui penguatan operasi intelijen, patroli maritim, dan kolaborasi dengan berbagai instansi penegak hukum, TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai peredaran narkotika yang memanfaatkan jalur laut sebagai sarana penyelundupan.
