Prajurit TNI Bangun Jembatan Aramco Penghubung Desa Buloh dan Dayah Reubee di Pidie, Aceh

Pidie, 21 April 2026 – Prajurit TNI dari Kodim 0102/Pidie, Aceh, mulai membangun Jembatan Aramco yang akan menghubungkan Gampong (Desa) Buloh dengan Dayah Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh. Proyek pembangunan jembatan ini bertujuan untuk mempermudah warga dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka dan meningkatkan aksesibilitas di wilayah tersebut.

Pembangunan jembatan Aramco ini dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilanjutkan dengan tradisi adat peusijuek, sebuah upacara yang dilakukan sebagai bentuk doa agar pembangunan berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat setempat. Dalam keterangannya, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud perhatian Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Ini adalah wujud perhatian Presiden RI dan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui akses infrastruktur yang mumpuni,” kata Letkol Inf Abdul Hadi, di Banda Aceh, Selasa (21/04).

Pembangunan jembatan Aramco di Kecamatan Delima ini adalah bagian dari respons pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur pedesaan yang disebabkan oleh banjir. Menurut Letkol Inf Abdul Hadi, pembangunan jembatan ini adalah titik ketiga dalam wilayah teritorialnya, setelah sebelumnya terealisasi di Kecamatan Geumpang dan Trienggadeng di Pidie Jaya.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap kerusakan infrastruktur akibat banjir. Sebelumnya sudah terealisasi di Geumpang dan Trienggadeng, Pidie Jaya, dan sekarang di Kecamatan Delima,” jelas Dandim.

Kapten Czi Abdul Haris, Dansatgas Pembangunan Jembatan, menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun memiliki spesifikasi panjang 13 meter dan lebar 4 meter, dilengkapi dengan tiga lubang olo (plat konstruksi utama) sebagai penyangga beban. Ia juga menekankan bahwa pengerjaan proyek ini melibatkan sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat, dengan semangat gotong royong untuk mempercepat penyelesaian proyek.

“Pengerjaan proyek ini mengedepankan sinergi antara personel TNI dan masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, kami berharap pembangunan ini bisa rampung lebih cepat dan segera bisa dinikmati manfaatnya,” kata Kapten Czi Abdul Haris.

Warga Gampong Buloh, Usman, menyatakan rasa syukurnya atas pembangunan jembatan ini, yang dianggapnya bukan hanya sebagai sebuah bangunan fisik, tetapi sebagai solusi atas hambatan transportasi yang selama ini dialami masyarakat, terutama saat musim penghujan dan banjir.

“Kami sangat bersyukur. Selama ini sulit melintas kalau sedang banjir. Terima kasih Bapak Presiden dan TNI. Dengan jembatan ini, angkut hasil panen jadi lebih cepat dan mudah,” ujar Usman.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, proyek ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur di daerah-daerah yang selama ini terdampak bencana alam seperti banjir.

Rencana tindak lanjut pemerintah akan melibatkan pengawasan terhadap pembangunan jembatan ini untuk memastikan penyelesaian tepat waktu, serta merencanakan pembangunan infrastruktur lainnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan perhatian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *