Bangka, 20 April 2026 – Satuan Tugas (Satgas) TNI Angkatan Laut (AL) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 81 karung material strategis berupa bijih timah dan logam tanah jarang (LTJ) lainnya di kawasan Pantai Penyusuk, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, pada Senin (20/04) malam. Aksi penyelundupan tersebut diduga bertujuan untuk mengirimkan komoditas tersebut secara ilegal ke luar negeri.
Menurut rilis yang diterima dari Dinas Penerangan Angkatan Laut, penyelundupan ini terdeteksi berkat operasi gabungan yang melibatkan Satuan Lapangan Tricakti, Satgassus Timah Intelmar Pusintelal Mabesal, dan unsur KRI, yakni KRI Karotang-872. Operasi ini dimulai setelah pihak intelijen memperoleh informasi terkait rencana penyelundupan material strategis yang akan dibawa lewat jalur laut. Dalam operasi tersebut, dua tim Rigid Buoyancy Boat dikerahkan untuk melakukan penyekatan di perairan Belinyu dan Mentok.
“Langkah-langkah operasional yang dilakukan tim gabungan berhasil menutup ruang gerak kapal penyelundup. Pada saat pelaku berusaha melarikan diri, mesin kapal mereka rusak, dan mereka terpaksa menyembunyikan barang bukti di sekitar Pantai Penyusuk,” ujar Mayor Laut (P) Rochmatus Syolikhin, Komandan KRI Karotang-872.
Saat tim gabungan TNI AL melakukan pencarian intensif di area pesisir, mereka berhasil menemukan 81 karung bijih timah yang disembunyikan di antara celah bebatuan. Temuan ini mengungkap modus baru penyelundupan yang berbahaya bagi stabilitas ekonomi nasional, yakni pengambilan langsung bijih timah dan material ikutan dari Ponton Isap Produksi (PIP) di laut, tanpa melalui pemisahan atau proses resmi.
Selain bijih timah, material yang diselundupkan juga mengandung logam tanah jarang (LTJ) seperti Monazite, Zircon, Elminite, dan Rutile. Komoditas-komoditas ini memiliki nilai strategis tinggi karena digunakan dalam produksi teknologi tinggi, sehingga penyelundupannya berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Laut, menegaskan bahwa TNI AL berkomitmen untuk menjaga setiap jengkal perairan Indonesia dari tindakan ilegal yang merugikan rakyat dan negara. “Kami tidak akan memberikan ruang sekecil apapun bagi para penyelundup. Ini adalah langkah tegas untuk menegakkan hukum di wilayah kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Penemuan ini membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia, mengingat potensi kerugian yang bisa ditimbulkan dari kegiatan penyelundupan komoditas strategis tersebut. Rencana tindak lanjut pemerintah akan fokus pada penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan kriminal yang terlibat, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan dan penyelundupan di wilayah perairan Indonesia.
