DUMAI — Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui unsur KAL Tedung I-1-37 jajaran Lanal Dumai berhasil menyelamatkan empat nelayan yang mengalami musibah di perairan Selat Rupat, Riau, pada Jumat (24/4/2026), setelah sampan yang mereka gunakan terbalik akibat cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Insiden terjadi saat para nelayan tengah melaut dan menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Dalam situasi gelap, korban berupaya meminta pertolongan dengan teriakan serta menggunakan cahaya senter sebagai penanda posisi mereka di tengah laut.
Komandan Lanal Dumai dalam keterangannya menyebutkan bahwa respons cepat dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya nelayan yang membutuhkan bantuan. “Begitu menerima laporan, KAL Tedung yang sedang patroli langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan pencarian dan pertolongan,” ujarnya.
Tim penyelamat kemudian menurunkan sekoci dan menemukan seluruh korban dalam kondisi mengapung di laut dengan sampan terbalik. “Evakuasi dilakukan secara cepat dan terukur, sehingga keempat nelayan berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat,” tambahnya.
Setelah proses penyelamatan, KAL Tedung bergerak menuju Dermaga Batu Panjang, Pulau Rupat, untuk evakuasi lanjutan. Para korban selanjutnya mendapatkan penanganan awal sebelum dibawa menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, sebelumnya menegaskan pentingnya kehadiran TNI AL dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya di wilayah perairan yang rawan kecelakaan laut. “Prajurit TNI AL harus senantiasa hadir memberikan manfaat nyata bagi rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.
Secara geografis, perairan Selat Rupat dikenal sebagai jalur pelayaran yang cukup padat dan memiliki potensi cuaca ekstrem, terutama pada periode peralihan musim. Kondisi ini kerap meningkatkan risiko kecelakaan laut bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil.
Dari sisi dampak, kejadian ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan aparat serta peningkatan kewaspadaan bagi nelayan dalam menghadapi perubahan cuaca. Selain itu, peristiwa ini juga mendorong perlunya edukasi keselamatan pelayaran bagi masyarakat pesisir, termasuk penggunaan alat keselamatan dasar.
Ke depan, TNI AL bersama instansi terkait berencana meningkatkan patroli rutin serta sosialisasi keselamatan laut kepada nelayan guna meminimalisasi risiko kecelakaan serupa, sekaligus memperkuat sistem respons cepat di wilayah perairan Indonesia.
