Bangka Belitung — Aparat Satuan Lapangan Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya menggagalkan upaya penyelundupan timah ilegal seberat sekitar 1,2 ton di Pelabuhan Tanjung Kalian, Jumat (1/5/2026) pagi. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit mobil serta tiga orang terduga pelaku yang diduga hendak membawa timah ke Jakarta melalui jalur darat dan penyeberangan.
Operasi bermula saat petugas melakukan patroli rutin dan pengawasan kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api sekitar pukul 06.38 WIB. Kecurigaan muncul terhadap kendaraan jenis Innova Reborn yang terlihat membawa beban berat tidak wajar. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, ditemukan 61 keping timah balok dan satu karung bongkahan timah dengan total berat mencapai 1.294 kilogram.
Kepala Bagian Penerangan Satlap Tri Cakti Letkol Cke Angga Nugraha menyatakan pengungkapan ini merupakan hasil penguatan pengawasan di jalur distribusi mineral.
“Penggagalan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memperketat pengawasan terhadap peredaran sumber daya alam ilegal di wilayah pelabuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketiga terduga pelaku yang diamankan terdiri dari AHAI yang merupakan oknum anggota Korem 045/Gaya, serta dua warga sipil berinisial RA dan KRH.
“Dari hasil pemeriksaan awal, timah tersebut berasal dari wilayah Bangka Selatan dan Bangka Tengah dan rencananya akan dibawa ke Jakarta melalui jalur penyeberangan,” katanya.
Berdasarkan keterangan sementara, para pelaku mengaku menjalankan aktivitas tersebut secara mandiri dengan modal pribadi. Rute penyelundupan direncanakan melalui jalur laut dan darat, yakni dari Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Bakauheni–Merak sebelum menuju Jakarta.
Secara historis, wilayah Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia. Namun, maraknya aktivitas tambang ilegal dan distribusi tanpa izin kerap menimbulkan kerugian negara serta kerusakan lingkungan. Pemerintah dan aparat keamanan dalam beberapa tahun terakhir terus meningkatkan pengawasan untuk menekan praktik tersebut.
Dari sisi dampak, penggagalan penyelundupan ini dinilai penting dalam menjaga tata kelola pertambangan yang legal dan transparan. Selain melindungi penerimaan negara dari sektor mineral, langkah ini juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan serta menciptakan iklim usaha yang lebih adil bagi pelaku industri resmi.
Saat ini, ketiga terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan guna mengungkap asal-usul timah dan jaringan distribusi yang terlibat. Aparat menyatakan akan memperkuat koordinasi lintas instansi dan meningkatkan intensitas pengawasan di seluruh pintu keluar-masuk pelabuhan sebagai tindak lanjut untuk mencegah praktik serupa di masa mendatang.
