Malang – Pemerintah pusat menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) roda empat kepada 16 kelompok tani di Malang Raya pada Selasa (14/4/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor pertanian yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pimpinan Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra, Chusni Mubarok, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi petani yang dihimpun melalui dialog dan kunjungan lapangan. Ia menegaskan, distribusi alsintan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil petani di lapangan.
“Ini adalah bukti bahwa aspirasi petani tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan hingga terealisasi. Kami berharap alsintan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Chusni dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan legislatif menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. “Kolaborasi ini penting agar setiap program benar-benar memberikan dampak langsung bagi petani,” katanya.
Program bantuan alsintan ini merupakan bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional, termasuk melalui Program Bongkar Ratoon serta pemberian benih tebu dan insentif Rp4 juta per hektare. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan biaya operasional di tengah tantangan keterbatasan tenaga kerja dan fluktuasi harga komoditas.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, modernisasi alat pertanian dinilai mampu meningkatkan produktivitas hingga 30 persen serta mempercepat proses pengolahan lahan. Dalam konteks Malang Raya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi daerah, sehingga intervensi teknologi dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Para petani penerima bantuan menyambut positif kebijakan ini. Mereka menilai alsintan roda empat dapat mempercepat pekerjaan di lapangan dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual yang semakin terbatas.
Dari sisi dampak, bantuan alsintan diperkirakan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Efisiensi biaya produksi berpotensi meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
Pemerintah menyatakan akan terus melanjutkan program serupa dengan memperluas cakupan bantuan ke daerah lain serta meningkatkan kualitas teknologi pertanian. Selain itu, evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan pemanfaatan alsintan berjalan optimal dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan petani.
