PASURUAN – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Jatim 3 di Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan, telah mencapai 87 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Pemerintah Kota Pasuruan memastikan seluruh persiapan terus dipercepat agar kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal sebagai bagian dari implementasi Program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas nasional.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para pemangku kepentingan meninjau langsung progres pembangunan serta kesiapan operasional sekolah, Jumat (3/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sarana pendukung, tenaga pelaksana, hingga proses penerimaan peserta didik baru.
“Hari ini kami mengecek persiapan Sekolah Rakyat. Kami hadir untuk memastikan program tahun ini benar-benar siap beroperasi sesuai jadwal,” ujar Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.
Menurut Adi, peninjauan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia menjelaskan bahwa berbagai tahapan penting telah berjalan, termasuk proses rekrutmen calon peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA yang kini memasuki tahap pemeriksaan kesehatan.
Sekolah Rakyat Jatim 3 dibangun di atas lahan seluas 7,3 hektare. Meskipun masa kontrak pembangunan masih berlangsung hingga 30 Juli 2026, Pemerintah Kota Pasuruan optimistis seluruh fasilitas utama dapat digunakan ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Harapannya, saat sekolah mulai beroperasi seluruh fasilitas sudah siap. Tim transisi terus menyiapkan infrastruktur fisik, namun yang tidak kalah penting adalah membangun infrastruktur sosial agar seluruh proses pembelajaran siap berjalan dengan baik,” jelas Adi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi calon peserta didik telah dilaksanakan sejak 1 Juli 2026 dan berakhir pada 3 Juli 2026. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk seluruh jenjang pendidikan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
“Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan tes kesehatan. Dalam prosesnya, kami didampingi oleh tim Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan,” kata Yuli.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi dasar evaluasi sebelum peserta didik dinyatakan siap mengikuti kegiatan belajar. Apabila ditemukan calon siswa yang terindikasi mengidap penyakit menular atau penyakit yang memerlukan penanganan khusus, mereka akan mendapatkan pengobatan terlebih dahulu sebelum mengikuti proses pembelajaran.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem pendidikan berasrama yang dilengkapi fasilitas belajar, pembinaan karakter, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik. Program ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Ke depan, Pemerintah Kota Pasuruan bersama Kementerian Sosial akan terus mengawal penyelesaian pembangunan, finalisasi sarana pendukung, serta kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik agar Sekolah Rakyat Jatim 3 dapat beroperasi secara optimal pada tahun ajaran baru dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
