JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat berbagai opsi energi masa depan guna memastikan kebutuhan listrik nasional dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Salah satu yang kini mendapat perhatian serius adalah pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional dan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menegaskan bahwa energi nuklir bukan lagi sekadar pilihan teknologi masa depan, melainkan kebutuhan strategis untuk mendukung pembangunan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan industrialisasi.
Menurutnya, banyak negara di dunia saat ini mulai mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai sumber energi bersih yang mampu menyediakan listrik dalam kapasitas besar dan stabil. Indonesia dinilai perlu menjadi bagian dari transformasi energi global tersebut agar tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi dan teknologi.
“Kebutuhan listrik yang besar menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Indonesia harus mulai mempersiapkan sumber energi masa depan yang mampu mendukung industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Inten.
Pengembangan energi nuklir juga dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta mendukung target transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor energi menjadi salah satu prioritas strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah terus mendorong diversifikasi sumber energi agar Indonesia memiliki pasokan energi yang aman, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan industri di masa depan.
Inten menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada aspek teknologi, tetapi juga peningkatan pemahaman publik mengenai manfaat dan keamanan energi nuklir. Berdasarkan data DEN, tingkat dukungan masyarakat Indonesia terhadap pemanfaatan energi nuklir masih berada di kisaran 39 persen, sehingga diperlukan edukasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang objektif mengenai kebutuhan energi nasional. Menurutnya, anak muda dapat menjadi agen perubahan yang mampu melihat energi nuklir sebagai bagian dari solusi masa depan, bukan semata-mata berdasarkan persepsi lama yang sering dikaitkan dengan risiko.
Selain itu, perkembangan teknologi saat ini telah membuat standar keselamatan pembangkit listrik tenaga nuklir jauh lebih maju dibandingkan dekade sebelumnya. Berbagai negara telah membuktikan bahwa energi nuklir dapat digunakan secara aman dengan pengawasan dan sistem keselamatan yang ketat.
Sebagai bentuk kesiapan nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengidentifikasi 28 lokasi potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tiga lokasi telah melalui tahapan evaluasi lebih lanjut, yakni satu lokasi di Jepara, Jawa Tengah, serta dua lokasi di Bangka Belitung.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya melakukan kajian konseptual, tetapi juga mulai menyiapkan fondasi teknis dan ilmiah untuk pengembangan energi nuklir di masa depan.
Dengan kebutuhan listrik yang terus meningkat, pertumbuhan kawasan industri yang semakin pesat, serta target pembangunan ekonomi jangka panjang, energi nuklir dipandang sebagai salah satu solusi strategis yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung cita-cita Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing global.
