JAKARTA – Dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto terus menguat dari tingkat akar rumput. Sebanyak sepuluh asosiasi desa menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekonomi lokal.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan bahwa kedua program tersebut telah mendorong lahirnya berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa. Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi produktif yang melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga tenaga kerja lokal.
Menurut Yandri, pelaksanaan MBG telah memunculkan desa-desa tematik berbasis komoditas unggulan seperti desa jagung, desa beras, desa melon, desa perikanan, hingga sentra peternakan ayam petelur yang menjadi pemasok kebutuhan program.
“Program ini tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi baru yang langsung dirasakan masyarakat desa,” ujarnya.
Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan MBG juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Setiap SPPG mampu menyerap puluhan pekerja yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar, sehingga membuka peluang kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di pedesaan.
Selain itu, masyarakat desa mulai merasakan manfaat langsung dari peningkatan akses terhadap pangan bergizi. Program MBG dinilai membantu keluarga memperoleh asupan protein yang lebih baik, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Di sisi lain, program Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi instrumen penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa. Melalui koperasi, masyarakat desa akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap permodalan, distribusi barang, penyimpanan hasil produksi, hingga pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Yandri menjelaskan bahwa koperasi juga akan menjadi sumber pendapatan baru bagi desa. Sebagian keuntungan koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara sisanya kembali kepada anggota dan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Dukungan sepuluh asosiasi desa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program MBG dan Kopdes mendapat respons positif dari masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya. Kehadiran kedua program ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun Indonesia dari desa sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tengah berbagai kritik dan dinamika pelaksanaan di lapangan, pemerintah menegaskan bahwa evaluasi dan penyempurnaan akan terus dilakukan. Namun berbagai masukan tersebut dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan program yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah meyakini bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, desa, BUMDes, pelaku usaha, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor penggerak pembangunan desa, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
