SUMBA TIMUR – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada masyarakat. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu Pos Ramil Wulla Waijelu, Sertu Hendrik Hati Waluanja, yang memimpin kegiatan gotong royong pemasangan pagar kawat di lahan milik Kelompok Tani Buddi Hunggar di Dusun Pau, Desa Lumbu Manggit, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Ketua Kelompok Tani Buddi Hunggar, Simon Tunga Retang, bersama anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar. Pemasangan pagar kawat dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi areal pertanian dari gangguan hewan ternak yang selama ini kerap merusak tanaman dan berpotensi menurunkan hasil panen.
Keberadaan pagar diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap lahan pertanian sehingga petani dapat mengelola tanaman dengan lebih tenang dan produktif. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keberlanjutan produksi pertanian sebagai penopang ketahanan pangan di tingkat daerah.
Sertu Hendrik Hati Waluanja menjelaskan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap pembangunan sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di wilayah binaan.
“Melalui kegiatan gotong royong ini kami ingin memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat mengelola lahan pertanian demi mendukung ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan hasil produksi, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Ketua Kelompok Tani Buddi Hunggar, Simon Tunga Retang, bersama para petani menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang secara aktif membantu pekerjaan di lapangan. Kehadiran Babinsa dinilai tidak hanya mempercepat proses pemasangan pagar, tetapi juga memberikan motivasi serta memperkuat semangat kebersamaan di antara para petani.
Masyarakat berharap pendampingan yang dilakukan Babinsa dapat terus berlanjut, baik melalui kegiatan gotong royong maupun pendampingan dalam pengelolaan pertanian sehingga produktivitas lahan dapat terus meningkat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana prajurit tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung pembangunan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui kolaborasi antara TNI, kelompok tani, dan masyarakat, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Lumbu Manggit terus meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, serta semangat gotong royong sebagai nilai budaya bangsa tetap terpelihara dalam mendukung pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.
