Tolikara – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Yonif 511/Dibyatara Yudha (DY) terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui kegiatan karya bakti di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Dalam kegiatan tersebut, prajurit TNI bersama warga bergotong royong membangun pagar rumah milik salah satu tokoh masyarakat setempat sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara aparat negara dan warga di wilayah penugasan.
Kegiatan karya bakti dipimpin oleh personel Pos Kanggime Satgas Yonif 511/DY bersama masyarakat setempat. Melalui semangat gotong royong, prajurit dan warga bekerja bersama mengangkat, menyusun, dan memasang material pagar secara bergantian. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial yang selama ini terus dilakukan TNI di berbagai wilayah Papua.
Komandan Pos Kanggime Satgas Yonif 511/DY Kapten Infanteri Dony Sandra menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI di daerah penugasan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan wilayah, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan sehari-hari.
“Kami ingin masyarakat itu dekat dengan TNI, karena kehadiran tentara di daerah ini bukan sekadar menjaga keamanan tetapi membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat,” ujar Kapten Infanteri Dony Sandra.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas Satgas di Papua. Melalui kegiatan sosial seperti karya bakti, TNI berupaya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga tercipta rasa saling percaya yang menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut serta meringankan beban warga dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Tokoh masyarakat yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi atas kepedulian prajurit Satgas Yonif 511/DY. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan pagar rumah, tetapi juga menunjukkan kedekatan TNI dengan masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Kegiatan karya bakti merupakan salah satu implementasi pembinaan teritorial yang secara konsisten dijalankan TNI di berbagai daerah, khususnya wilayah Papua. Selain mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif, pendekatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan sosial, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara, serta mendukung percepatan pembangunan di daerah yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas tinggi.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembangunan Papua, TNI tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga berkontribusi melalui berbagai program sosial kemasyarakatan, seperti pembangunan fasilitas umum, pelayanan kesehatan, pendidikan, penyediaan air bersih, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat tersebut menjadi bagian dari strategi membangun Papua secara berkelanjutan melalui keseimbangan antara aspek keamanan dan kesejahteraan.
Dari sisi masyarakat, kegiatan karya bakti memberikan manfaat langsung berupa percepatan pembangunan fasilitas yang dibutuhkan warga sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang menjadi salah satu nilai luhur bangsa Indonesia. Kedekatan antara prajurit dan masyarakat juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, serta mendukung berbagai program pembangunan pemerintah di wilayah Papua.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Yonif 511/DY akan terus melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan teritorial melalui karya bakti, komunikasi sosial, pelayanan kemasyarakatan, serta program pemberdayaan warga di wilayah penugasan. Pemerintah bersama TNI berkomitmen memperkuat sinergi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Papua yang aman, damai, maju, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
