SURABAYA, 21 Juni 2026 — Komando Armada (Koarmada) II TNI Angkatan Laut bersama Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) memasuki fase manuver laut (sea phase) dalam latihan gabungan Malindo Jaya 28 AB/26 yang digelar di perairan Laut Jawa. Latihan tersebut melibatkan kapal perang, helikopter, pasukan khusus laut, hingga berbagai simulasi operasi maritim guna meningkatkan interoperabilitas dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga keamanan kawasan.
Koarmada II mengerahkan sejumlah unsur tempur utama, antara lain KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Tombak-629, serta helikopter Bell 412 HU-4205 milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). Selain itu, personel Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) turut dilibatkan dalam berbagai skenario operasi laut.
Di pihak Malaysia, TLDM mengerahkan kapal perang KD Rencong dan KD Selangor serta personel Pasukan Khas Laut (Paskal) yang berlatih bersama prajurit TNI AL dalam berbagai materi operasi gabungan.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada II Kolonel Laut (P) Antonius Februar mengatakan latihan Malindo Jaya merupakan agenda rutin kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Malaysia yang bertujuan memperkuat kemampuan operasi maritim serta menjaga stabilitas keamanan kawasan.
“Berbagai serial latihan yang dilaksanakan yaitu diawali dengan departure and pilotage serta officer of the watch maneuvering exercise untuk mengasah kemampuan olah gerak kapal dan koordinasi antarsatuan di laut,” kata Antonius dalam keterangan resmi Koarmada II.
Selain latihan manuver kapal, unsur gabungan juga melaksanakan photo exercise, screen exercise, publication exercise, hingga gunnery exercise atau latihan penembakan artileri laut. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan koordinasi operasional serta kesiapsiagaan unsur laut dalam menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan maritim.
Pada fase operasi laut, latihan juga mencakup vertical replenishment atau pengiriman logistik melalui helikopter ke kapal yang sedang berlayar, serta replenishment at sea approach yang mensimulasikan prosedur dukungan logistik dan pengisian bahan bakar di laut. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam operasi maritim modern yang menuntut kemampuan dukungan tempur berkelanjutan di laut terbuka.
Menjelang akhir latihan, personel Kopaska TNI AL dan Paskal Malaysia melaksanakan simulasi board exercise atau penggerebekan kapal menggunakan kapal cepat dan prosedur pemeriksaan taktis. Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan penegakan hukum di laut, pengamanan jalur pelayaran, serta penanganan ancaman keamanan maritim lintas negara.
“Latihan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus memperkuat kerja sama dan interoperabilitas antara TNI AL dan TLDM dalam menjaga keamanan wilayah maritim kedua negara,” ujar Antonius.
Sebelum memasuki fase laut, latihan Malindo Jaya 28 AB/26 juga diawali dengan kegiatan infiltrasi udara dan latihan menembak bersama di Surabaya. Sebanyak 16 personel elite yang terdiri dari enam prajurit Kopaska Koarmada II, delapan personel Paskal Malaysia, dan dua jump master melaksanakan latihan terjun bebas menggunakan helikopter Bell 412 HU-4205.
Para prajurit juga mengikuti latihan marksmanship, reaksi cepat, dan silent shooting untuk meningkatkan kemampuan tempur individu serta koordinasi antarsatuan khusus kedua negara.
Latihan Malindo Jaya merupakan salah satu bentuk kerja sama pertahanan yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Indonesia dan Malaysia. Program ini menjadi bagian dari upaya kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan sekaligus menjaga stabilitas kawasan maritim yang memiliki nilai strategis tinggi bagi perdagangan dan konektivitas regional.
Keamanan Laut Jawa dan kawasan perairan regional memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, perdagangan internasional, serta distribusi logistik nasional. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan operasi gabungan dan koordinasi antarangkatan laut menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan jalur pelayaran dan mencegah berbagai bentuk ancaman lintas batas.
Melalui latihan Malindo Jaya 28 AB/26, Indonesia dan Malaysia menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pertahanan maritim, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta mendukung terciptanya stabilitas dan keamanan kawasan yang kondusif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional.
