SIGI – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga kesejahteraan petani dengan memastikan harga gabah di tingkat petani tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui kebijakan harga yang berpihak pada hasil produksi dalam negeri.
Dalam forum yang dihadiri petani, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah akan terus menjaga agar hasil panen petani memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Harga gabah tidak boleh di bawah Rp6.500 per kilogram. Bahkan di beberapa daerah sudah mencapai Rp7.500 per kilogram, sehingga petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana produksi seperti pupuk dan benih, tetapi juga memastikan harga hasil panen tetap menguntungkan bagi petani. Menurutnya, stabilitas harga menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga semangat produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Selain menjaga harga gabah, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis, mulai dari penyediaan pupuk bersubsidi, pembangunan infrastruktur pertanian, perbaikan jaringan irigasi, hingga peningkatan produktivitas lahan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperbesar produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian.
Zulkifli Hasan juga mengungkapkan sejumlah indikator menunjukkan kondisi petani mulai mengalami perbaikan. Salah satunya tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang meningkat dari 116 menjadi 127, yang menurutnya menjadi indikator membaiknya tingkat kesejahteraan petani, khususnya petani padi dan jagung, sebagai hasil dari berbagai kebijakan pemerintah di sektor pangan.
Rembuk Tani di Kabupaten Sigi menjadi bagian dari forum dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pertanian untuk membahas berbagai strategi penguatan sektor pertanian. Sebelum menghadiri kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan tiba di Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, dan disambut Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama jajaran pemerintah daerah.
Kebijakan menjaga harga gabah di atas harga acuan dinilai akan memberikan kepastian usaha bagi petani, meningkatkan pendapatan rumah tangga pertanian, serta mendorong keberlanjutan produksi pangan nasional. Dengan harga yang lebih menguntungkan, petani diharapkan semakin termotivasi meningkatkan produktivitas, sementara stabilitas pasokan pangan nasional tetap terjaga.
Ke depan, pemerintah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Perum Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian guna menjaga stabilitas harga gabah, memperluas penyerapan hasil panen petani, dan memastikan berbagai program peningkatan produktivitas berjalan optimal sebagai bagian dari strategi mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
