ESDM Siapkan Tabung CNG Tipe 4 Pengganti LPG 3 Kg, Uji Coba Ditargetkan Rampung Tiga Bulan

JAKARTA, 5 Mei 2026 — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempercepat pengembangan tabung gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) tipe 4 berkapasitas 3 kilogram sebagai bagian dari upaya konversi penggunaan LPG subsidi. Pemerintah menargetkan uji coba tabung berbahan komposit ringan tersebut rampung dalam tiga bulan ke depan sebelum diproduksi secara massal untuk masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan pengembangan teknologi ini telah memasuki tahap implementasi, bukan sekadar kajian. Tabung CNG tipe 4 menggunakan material plastik atau polimer yang dibungkus komposit berbahan carbon fiber dan fiberglass, sehingga dinilai lebih ringan dan aman dibanding tabung konvensional.

“Ini bukan di tahap kajian ya, ini sudah di tahap implementasi. Mengapa harus ada tabung ini, cuma tabung ini kan yang belum ada itu cuma tipe 4 untuk 3 kg,” ujar Laode dalam diskusi publik di Jakarta Selatan, Selasa.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan prototipe tabung CNG 3 kg dapat tersedia dalam waktu dekat sebelum diproduksi secara lebih luas. “Itulah yang dikejar dalam waktu Pak Menteri sampaikan tiga bulan ke depan itu sudah ada tipe 4 untuk 3 kg dan dari situ nanti kita sudah mulai memproduksi dalam jumlah yang lebih masif,” katanya.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Selama ini, kebutuhan LPG nasional sebagian besar masih dipenuhi dari impor, sementara Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang relatif besar.

Secara teknis, penggunaan CNG dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibanding LPG karena menghasilkan emisi karbon lebih rendah. Pengembangan tabung tipe 4 juga disebut mampu meningkatkan aspek keamanan dan kemudahan distribusi karena bobotnya lebih ringan dibanding tabung logam konvensional.

Dari sisi dampak, implementasi konversi LPG ke CNG berpotensi mengurangi beban subsidi energi pemerintah, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan impor LPG. Namun, keberhasilan program ini juga akan bergantung pada kesiapan infrastruktur distribusi gas, harga yang kompetitif, serta penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru.

Ke depan, Kementerian ESDM akan melanjutkan tahap uji coba dan sertifikasi tabung CNG tipe 4 sebelum masuk tahap produksi massal. Pemerintah juga akan menyiapkan dukungan regulasi dan infrastruktur distribusi guna memastikan program konversi energi tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *