Prabowo: Indonesia Tetap Aman di Tengah Krisis Global, Ketahanan Pangan dan Energi Terjaga

Prabowo Subianto menegaskan kondisi Indonesia tetap aman dan stabil di tengah gejolak geopolitik serta geoekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026), dengan menekankan bahwa ketahanan pangan dan energi nasional menjadi penopang utama stabilitas.

Dalam pidatonya, Presiden menyebut situasi global saat ini diwarnai krisis di berbagai negara, namun Indonesia dinilai masih berada dalam kondisi terkendali. “Saudara-saudara perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis, banyak negara sudah panik, kita masih aman,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut didukung capaian di sektor pangan, termasuk keberhasilan menjaga stok beras nasional. Pemerintah mencatat cadangan beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai lebih dari 5 juta ton per April 2026. “Kita swasembada pangan, pangan kita aman, BBM kita masih aman,” kata Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan kemandirian energi dalam beberapa tahun ke depan. Prabowo menegaskan komitmen untuk mewujudkan swasembada energi paling lambat 2029 melalui pengurangan impor bahan bakar minyak dan pengembangan energi baru terbarukan. “Beberapa tahun lagi, kita akan swasembada BBM, swasembada energi,” ujarnya.

Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas terhadap praktik ilegal. Hingga kini, sekitar 5 juta hektare lahan bermasalah telah dikuasai kembali oleh negara, dengan target mencapai 8 juta hektare pada akhir 2026. “Kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, dan ini akan kita kelola untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tegasnya.

Secara historis, ketahanan pangan dan energi menjadi indikator utama stabilitas nasional, terutama saat terjadi tekanan global seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok. Data pemerintah menunjukkan penguatan cadangan pangan dan pengendalian impor energi menjadi strategi kunci dalam menjaga daya tahan ekonomi domestik.

Dari sisi dampak, kondisi stabil ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga inflasi, memastikan pasokan kebutuhan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat. Di sisi lain, percepatan swasembada energi dan penertiban sektor sumber daya alam diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperbesar penerimaan negara.

Ke depan, pemerintah akan melanjutkan kebijakan penguatan ketahanan pangan dan energi, termasuk optimalisasi pengelolaan sumber daya alam serta percepatan transisi energi. Presiden juga menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor untuk memastikan seluruh kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *