JAKARTA — Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di 93 lokasi dapat selesai dan mulai berfungsi pada Juni 2026 untuk mendukung tahun ajaran baru Juli 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan dilakukan dengan menerapkan sistem kerja tiga shift bagi tenaga konstruksi di lapangan.
“Setelah dicek keseluruhan dari kesiapan lahan dan lainnya, Insyaallah kami targetkan selesai Juni 2026. Kami akan terus mengejar agar 93 titik ini dapat fungsional seluruhnya untuk mendukung tahun ajaran baru pada Juli 2026,” kata Dody usai rapat koordinasi bersama Menteri Sosial di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkuat percepatan pembangunan program Sekolah Rakyat.
Progres Fisik Capai 62,63 Persen
Hingga 25 Mei 2026, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi tercatat mencapai 62,63 persen dengan progres keuangan sebesar 41,76 persen.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Kementerian PU membentuk Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat, menambah jumlah tenaga kerja, serta menerapkan inovasi metode konstruksi dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Tercatat sebanyak 71.579 tenaga kerja telah terserap dalam pembangunan program tersebut.
Libatkan Zeni TNI dan Dukungan Himbara
Dody mengungkapkan pemerintah juga melibatkan dukungan TNI Angkatan Darat melalui satuan Zeni TNI di sejumlah titik yang mengalami keterlambatan pembangunan.
“Untuk penyedia jasa yang mengalami kendala cash flow, kami sudah berkoordinasi dengan Danantara agar dapat dibantu oleh perbankan Himbara,” ujarnya.
Menurut Dody, pola serupa sebelumnya telah diterapkan pada proyek Sekolah Rakyat di Lombok Utara.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pembelajaran digital melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk penyediaan jaringan internet dan pemasangan fiber optic di lokasi Sekolah Rakyat Tahap II.
