BELU – Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui personel Pos Dafala membantu masyarakat membuka lahan pertanian produktif di Kampung Debuklaran, Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (11/6/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Personel TNI bersama warga melaksanakan berbagai pekerjaan, mulai dari pembersihan lahan, pemotongan rumput liar, hingga penyiapan area yang akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Kegiatan gotong royong tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai membantu mempercepat proses pembukaan lahan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.
Komandan Pos (Danpos) Dafala, Lettu Arm Arif Adiyanyo, mengatakan keterlibatan Satgas Pamtas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat perbatasan, khususnya dalam mendukung peningkatan produksi pangan.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan lahan pertanian yang produktif. Harapannya, lahan yang dibuka ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan keluarga maupun desa,” ujar Arif Adiyanyo.
Menurutnya, pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan teritorial yang secara rutin dilaksanakan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad selama menjalankan tugas pengamanan perbatasan. Selain menjaga keamanan wilayah, Satgas juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste memiliki potensi lahan pertanian yang cukup besar. Namun, sejumlah kawasan masih memerlukan dukungan tenaga, sarana, dan pendampingan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat dinilai tidak hanya membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ekonomi keluarga. Sinergi yang terbangun antara TNI dan masyarakat juga memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan.
Warga Kampung Debuklaran mengaku terbantu dengan kehadiran personel Satgas dalam proses pembukaan lahan. Selain mempercepat pekerjaan, kolaborasi tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat TNI yang bertugas di wilayah perbatasan.
Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad berharap lahan yang telah dibuka dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pertanian produktif. Ke depan, TNI akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat guna memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah perbatasan.
