PUNCAK JAYA, 8 Mei 2026 — Satuan Tugas Yonif 136/Tuah Sakti menggelar kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak di wilayah Puncak Jaya dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis TNI untuk mendukung pendidikan dan membangun kedekatan dengan masyarakat di daerah penugasan.
Dalam kegiatan itu, personel Satgas turun langsung menjadi pengajar dengan memberikan pelajaran dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung kepada anak-anak di tengah keterbatasan sarana pendidikan. Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh antusiasme, diselingi permainan sederhana yang menciptakan kedekatan antara prajurit dan anak-anak setempat.
Komandan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Letnan Kolonel Infanteri Yudi Satria Prabowo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masa depan pendidikan generasi muda di wilayah Papua Tengah.
“Pendidikan adalah kunci masa depan bangsa. Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, kami ingin hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai bagian dari proses mencerdaskan kehidupan anak-anak di daerah penugasan,” kata Letkol Inf Yudi Satria Prabowo dalam keterangannya.
Selain kegiatan belajar, personel Satgas juga membagikan buku tulis dan alat tulis kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan mereka. Bantuan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang tampak gembira menerima perlengkapan belajar baru.
“Kami berharap, apa yang kami lakukan hari ini dapat memberikan semangat dan harapan bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Kegiatan sosial dan pendidikan yang dilakukan TNI di wilayah Papua selama ini menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial dan penguatan hubungan dengan masyarakat. Selain menjalankan tugas pengamanan wilayah, prajurit juga aktif terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan di daerah terpencil.
Di sejumlah wilayah pedalaman Papua, akses pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan tenaga pengajar, sarana belajar, hingga kondisi geografis yang sulit dijangkau. Kehadiran personel TNI dalam kegiatan pendidikan dinilai membantu mendukung proses belajar anak-anak di daerah penugasan.
Dari sisi sosial, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak sekaligus memperkuat rasa aman dan kedekatan masyarakat dengan aparat negara. Sementara dari sisi pendidikan, dukungan sarana belajar dan pendampingan langsung menjadi dorongan positif bagi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan.
Ke depan, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti menegaskan akan terus melaksanakan kegiatan sosial dan pendidikan di wilayah penugasan sebagai bagian dari kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan pemerataan pendidikan di Papua Tengah.
