TNI AL dan Tim SAR Evakuasi Pemancing Tewas Jatuh dari Tebing di Nusa Penida

KLUNGKUNG — Prajurit Posal Nusa Penida dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut bersama tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah seorang pria berinisial NR (49) yang terjatuh dari tebing saat memancing di kawasan Klibun Klingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (25/4/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian di medan terjal yang sulit dijangkau.

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi lokasi yang curam dan berisiko tinggi. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI AL, tim SAR, serta dukungan masyarakat dan keluarga korban di lokasi kejadian.

Komandan Posal Nusa Penida dalam keterangan di lapangan menyampaikan bahwa proses evakuasi membutuhkan koordinasi intensif antar tim. “Evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan ketat karena medan sangat curam dan membahayakan personel,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat turut mempercepat proses evakuasi korban. “Sinergi antara TNI AL, tim SAR, dan masyarakat sangat membantu dalam penanganan musibah ini,” katanya.

Berdasarkan informasi awal, korban diduga terjatuh saat melakukan aktivitas memancing di tepi tebing. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut.

Kawasan Kelingking Beach dikenal sebagai destinasi wisata dengan panorama tebing yang curam dan menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. Namun, kondisi geografis tersebut juga menyimpan risiko tinggi, terutama bagi pengunjung atau warga yang beraktivitas di area tebing tanpa pengamanan memadai.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden kecelakaan dilaporkan terjadi di kawasan tebing Nusa Penida, baik akibat kelalaian maupun kurangnya pengamanan di lokasi berisiko tinggi. Hal ini menjadi perhatian bagi aparat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan aspek keselamatan.

Dari sisi dampak, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan ekstrem. Selain itu, insiden semacam ini juga berpotensi memengaruhi citra keselamatan destinasi wisata jika tidak diantisipasi dengan langkah preventif.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait berencana meningkatkan sosialisasi keselamatan serta memperkuat pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan di Nusa Penida, termasuk pemasangan rambu peringatan dan pembatasan akses di area berbahaya guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *