BARITO SELATAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 dinilai menjadi salah satu upaya strategis dalam membuka keterisolasian wilayah sekaligus mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan oleh Pj Bupati Barito Selatan, Lisda Arriyana, saat membuka pelaksanaan TMMD ke-114 di Desa Danau Ganting, Kecamatan Dusun Selatan.
Menurut Lisda, program TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah daerah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Program TMMD sangat membantu pemerintah daerah dalam membuka keterisolasian wilayah, terutama melalui pembangunan jalan, sarana pertanian, perkebunan, dan berbagai fasilitas lainnya. Ini merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TMMD bertujuan mempercepat pembangunan daerah dengan sasaran utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat.
Selain pembangunan fisik, Lisda menilai TMMD juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui budaya gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat Indonesia.
“Melalui kegiatan TMMD ini diharapkan terjalin kedekatan antarwarga sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program TMMD agar seluruh target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
Sementara itu, Dandim 1012/Buntok Letkol Inf Hendro Wicaksono menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-114 berlangsung selama 30 hari, mulai 26 Juli hingga 24 Agustus 2022, dengan lokasi kegiatan terpusat di Desa Danau Ganting.
Menurutnya, TMMD merupakan bentuk dukungan TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional di daerah.
Pada sektor fisik, kegiatan meliputi pembukaan dan perbaikan jalan desa sepanjang 4.638 meter dengan lebar 10 meter, pembangunan satu jembatan kayu log berukuran 6 meter x 4 meter, serta dua jembatan kayu log masing-masing sepanjang 5 meter dan lebar 2 meter.
Selain itu terdapat sasaran tambahan berupa rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan surau, serta pengecatan pelabuhan Desa Danau Ganting.
Adapun sasaran nonfisik mencakup berbagai penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, antara lain wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan, pertanian, hukum dan kamtibmas, bahaya narkoba, keluarga berencana, keagamaan, peternakan, perikanan, lingkungan hidup, pencegahan radikalisme, pembinaan Posyandu dan Posbindu, hingga sosialisasi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Melalui kombinasi kegiatan fisik dan nonfisik tersebut, TMMD diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
