Prabowo Ungkap RI Bangun PLTS 100 GW untuk Percepat Transisi Energi ASEAN

CEBU, 11 Mei 2026 — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia tengah membangun proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional dan penguatan kerja sama energi bersih di kawasan ASEAN.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Jumat (8/5/2026).

Menurut Prabowo, pengembangan infrastruktur energi baru terbarukan menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia dalam mendukung ketahanan energi kawasan sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menilai kawasan ASEAN, khususnya subkawasan BIMP-EAGA, memiliki sumber daya alam yang sangat potensial untuk pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, energi angin, hingga pemanfaatan lahan produktif.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Prabowo.

Presiden juga mendorong negara-negara anggota BIMP-EAGA mempercepat implementasi proyek energi bersih melalui kerja sama konkret antarnegara. Beberapa proyek yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di wilayah Borneo atau Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Palawan, Filipina, serta pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja sama regional di sektor energi menjadi salah satu prioritas diplomasi ekonomi dan pembangunan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Program pengembangan PLTS 100 GW juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional.

Indonesia selama ini memiliki potensi energi surya yang besar karena berada di wilayah tropis dengan intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun. Pemerintah menilai pemanfaatan energi surya dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon.

Selain aspek lingkungan, pembangunan proyek energi bersih juga diperkirakan membuka peluang investasi, memperluas lapangan kerja hijau, serta memperkuat konektivitas energi antarwilayah di kawasan ASEAN.

Ke depan, pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi regional, pembangunan infrastruktur energi, serta pengembangan teknologi energi baru terbarukan guna mendukung target transisi energi nasional dan kawasan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *