JAKARTA, 11 Mei 2026 — Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara kembali mendapat perhatian positif dari komunitas internasional. Kali ini, apresiasi datang dari United Nations Department of Safety and Security (UNDSS), lembaga di bawah PBB yang bertanggung jawab mengoordinasikan aspek keselamatan dan keamanan seluruh entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di berbagai negara.
Perwakilan UNDSS melakukan peninjauan langsung ke kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara pada 13 April 2026. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Security Adviser and Representative of UNDSS to Indonesia and Timor-Leste, Allan Mendoza, dan disambut langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Dalam kunjungannya, Allan Mendoza mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan IKN yang dinilai mengalami kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat.
“Kami tertarik dengan berbagai perkembangan yang terjadi di Ibu Kota Nusantara. Salah satu latar belakang kunjungan kami adalah untuk menindaklanjuti survei yang dilakukan diplomatic community tahun lalu,” ujar Allan Mendoza.
Menurut Allan, hasil kunjungan tersebut membuka peluang bagi lebih banyak perwakilan internasional untuk datang langsung melihat kesiapan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Sementara itu, Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan IKN saat ini memasuki tahap penguatan kawasan inti pemerintahan dengan fokus penyelesaian infrastruktur perkantoran dan fasilitas pendukung operasional pemerintahan.
“Saya sampaikan rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara terdiri dari lima tahap dari tahun 2022 hingga 2045. Saat ini, kita telah bersiap untuk menyelesaikan segala pembangunan di sektor inti pusat pemerintahan perkantoran,” kata Basuki.
Ia menambahkan, pemerintah juga mulai menyiapkan pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang IKN.
“Di tahun mendatang, kami akan berfokus pada pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif yang sudah kita mulai dari sekarang,” ujarnya.
Kunjungan UNDSS dinilai menjadi sinyal positif meningkatnya perhatian komunitas internasional terhadap pembangunan IKN. Selain memperkuat komunikasi dengan PBB, kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama global yang lebih luas dalam mendukung pengembangan Nusantara sebagai ibu kota masa depan Indonesia.
Pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan IKN dilakukan bertahap hingga 2045 dengan konsep kota hijau, cerdas, dan berkelanjutan yang diharapkan menjadi pusat pemerintahan sekaligus simbol transformasi pembangunan nasional.
