JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mendorong pendekatan pembinaan melalui Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi untuk menangani remaja yang terlibat dalam kelompok geng motor. Langkah tersebut diharapkan mampu mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan yang lebih positif melalui sistem pendidikan berasrama yang terstruktur.
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan gagasan tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Geng Motor Provinsi Jambi di Ruang Pertemuan Siginjai, Mapolda Jambi, Rabu (8/7/2026).
“Kita masukkan saja ke Sekolah Rakyat supaya mendapat pembinaan maksimal,” ujar Al Haris.
Menurutnya, keterlibatan remaja dalam geng motor tidak terlepas dari berbagai persoalan sosial di lingkungan keluarga. Banyak di antaranya mengalami hubungan keluarga yang kurang harmonis, ditinggal orang tua, maupun tumbuh tanpa figur ayah (fatherless), sehingga lebih rentan terpengaruh lingkungan negatif.
Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur, sekitar 24,5 persen anak di Provinsi Jambi mengalami kekurangan figur orang tua, khususnya ayah. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembentukan karakter dan perilaku remaja.
Untuk itu, Pemprov Jambi mendorong agar remaja usia sekolah yang terindikasi bergabung dengan geng motor didata dan diarahkan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Melalui sistem boarding school, peserta didik diharapkan memperoleh pembinaan karakter, kedisiplinan, serta lingkungan belajar yang lebih kondusif sehingga terhindar dari pengaruh negatif di luar sekolah.
Al Haris menjelaskan bahwa Provinsi Jambi saat ini telah memiliki dua Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026, masing-masing berlokasi di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait, segera melakukan pendataan terhadap remaja yang terlibat geng motor agar dapat memperoleh pembinaan yang tepat melalui program tersebut.
“Tugas kita bagaimana bisa menyalurkan energi besar mereka ke arah positif. Sebagian besar perlu didata, ke depan punya saluran Sekolah Rakyat. Kita tidak hanya berkolaborasi tetapi juga langsung berorkestrasi,” tegas Al Haris.
Melalui pendekatan pendidikan dan pembinaan karakter tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi berharap upaya pencegahan kenakalan remaja dapat berjalan lebih efektif sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
