Galela – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat bergerak cepat membantu penanganan korban erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara.
Pangdam XV/Pattimura Dody Triwinarto turun langsung memimpin operasi kemanusiaan guna memastikan proses pencarian dan penyelamatan korban berjalan optimal. Ia didampingi Danrem 152/Baabullah Enoh Solehudin saat meninjau lokasi bencana dan Pos Pemantauan Gunung Dukono.
Berdasarkan laporan Kodim 1508/Tobelo, saat erupsi terjadi terdapat 20 pendaki berada di kawasan gunung. Hingga kini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 18 orang, terdiri dari 17 korban selamat dan satu korban meninggal dunia, sementara dua warga negara asing masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Suasana haru terlihat ketika Pangdam meninjau jenazah salah satu korban di RSUD Tobelo. Korban diketahui merupakan perempuan berusia 29 tahun yang bekerja di perusahaan energi di Ternate.
Dalam keterangannya, Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dan meminta seluruh pihak mematuhi rekomendasi kebencanaan.
“Ketika gunung sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya dan statusnya meningkat, maka tidak ada alasan lagi untuk melakukan pendakian,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan yang terus menyisir jalur evakuasi sepanjang lebih dari 11 kilometer dengan medan berat dan risiko aktivitas vulkanik.
Selain meninjau operasi evakuasi, Pangdam XV/Pattimura turut menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak erupsi sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian terhadap warga sekitar kawasan bencana.
