Mensos Tekankan MPLS Sekolah Rakyat Berlangsung Aman Nyaman dan Bebas Perpeloncoan

JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan seluruh pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat harus berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun kekerasan. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi secara daring bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat dari Kantor Kementerian Sosial, Senin (13/7/2026), yang juga dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan memastikan setiap peserta didik dapat mengikuti MPLS dengan rasa aman sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.

“Pastikan mereka aman dan nyaman, tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, tidak ada hal-hal yang mencederai MPLS,” tegas Gus Ipul.

Menurutnya, masa pengenalan sekolah merupakan tahap penting bagi siswa baru, termasuk bagi peserta didik yang berpindah dari Sekolah Rakyat rintisan ke Sekolah Rakyat permanen. Karena itu, seluruh tenaga pendidik diminta memberikan pendampingan secara penuh dengan pendekatan yang humanis dan empatik agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan baik.

Gus Ipul juga mengingatkan pengalaman pelaksanaan Sekolah Rakyat pada tahun sebelumnya menunjukkan bahwa bulan-bulan awal menjadi periode yang paling menantang. Beberapa siswa sempat mengalami kesulitan beradaptasi, merasa rindu kepada keluarga, hingga belum terbiasa dengan lingkungan berasrama. Oleh sebab itu, para pendidik diminta memberikan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan.

Selain aspek pembinaan siswa, Mensos meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat menjaga dan merawat gedung beserta seluruh fasilitas yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, sarana tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem sehingga harus dimanfaatkan serta dipelihara secara optimal.

Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk membangun budaya disiplin yang terukur melalui pembiasaan hidup bersih, tertib, dan berkarakter sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan sekolah.

Program Sekolah Rakyat tahun 2026 akan melaksanakan MPLS secara bertahap dalam empat gelombang. Sebanyak 19 Sekolah Rakyat permanen memulai MPLS pada 14 Juli 2026, disusul 63 sekolah permanen pada 31 Juli, 8 Sekolah Rakyat rintisan di Jabodetabek pada 15 Agustus, dan 11 Sekolah Rakyat permanen lainnya pada 31 Agustus 2026.

Melalui pelaksanaan MPLS yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, pemerintah berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi keluarga yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *