JEDDAH — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan jemaah lanjut usia (lansia) yang menunaikan ibadah haji tanpa didampingi keluarga maupun mahram tetap mendapatkan pelayanan dan pendampingan penuh dari petugas haji selama berada di Tanah Suci.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI Teguh Dwi Nugroho mengatakan pemerintah telah menyiapkan petugas dengan pelatihan khusus guna membantu kebutuhan jemaah, terutama lansia yang memerlukan perhatian ekstra selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Kita harapkan meskipun para jemaah haji ini tidak didampingi oleh mahromnya atau keluarganya kami harapkan para petugas haji bisa membantu mereka,” kata Teguh di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Rabu (13/5/2026).
Menurut Teguh, seluruh petugas haji telah mengikuti pelatihan intensif selama 20 hari di asrama haji serta tambahan pelatihan daring selama 10 hari sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Pelatihan tersebut mencakup pelayanan, penanganan kesehatan dasar, hingga pendampingan psikologis bagi jemaah lansia dan kelompok rentan lainnya.
Ia menyebut berbagai laporan dari lapangan menunjukkan para petugas mampu menjalankan tugas dengan baik dan responsif dalam membantu jemaah yang berangkat tanpa pendamping keluarga.
“Banyak laporan dari para jemaah yang tanpa pendamping karena ketangkasan dan kegesitan dari para petugas haji, mereka sudah merasa bahwa meskipun tidak ada pendamping mereka sudah bisa merasa nyaman seperti itu dalam melaksanakan ibadah,” ujarnya.
Selain pelayanan terhadap jemaah lansia, pemerintah juga memastikan proses kedatangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 berjalan lancar. Hingga pertengahan Mei 2026, sekitar 74 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi melalui Bandara Madinah dan Jeddah.
Data Kemenhaj mencatat sebanyak 387 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Indonesia dari total sekitar 221 ribu jemaah haji tahun ini. Pemerintah menilai kelancaran proses keberangkatan tidak terlepas dari kesiapan embarkasi di berbagai daerah.
“Tentu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para kepala embarkasi di Tanah Air yang sudah mempersiapkan penyiapan pemberangkatan jemaah haji kita,” kata Teguh.
Ia juga mengapresiasi seluruh petugas embarkasi yang dinilai berhasil menjaga proses keberangkatan tetap tertib dan sesuai jadwal sejak dari Indonesia.
“Dan Alhamdulillah, semua yang sudah direncanakan dan sudah dilakukan oleh teman-teman di embarkasi ini sudah berjalan dengan baik dan lancar,” lanjutnya.
Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang memberi perhatian khusus terhadap pelayanan jemaah lansia melalui konsep haji ramah lansia. Program tersebut mencakup penyediaan layanan kesehatan, bantuan mobilitas, pendampingan ibadah, hingga prioritas layanan akomodasi dan transportasi bagi jemaah berusia lanjut.
Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan terus memperkuat kualitas pelayanan dan pendampingan, terutama menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), agar seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.
