JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita berbagai jenis narkotika dalam rangkaian Operasi Saber Bersinar periode April–Mei 2026. Total barang bukti yang diamankan meliputi 136,5 kilogram sabu-sabu, 147 kilogram ganja, serta cairan etomidate sebanyak 1.200 mililiter dari sejumlah kasus peredaran narkoba lintas daerah.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan mengatakan pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya intensif pemberantasan jaringan narkotika nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia.
“Dari semua operasi yang kami lakukan per hari ini, kami bisa menyita narkoba total sebanyak sabu 136,5 kg, ganja sebanyak 147 kilogram, etomidate sebanyak 1.200 mililiter,” ujar Roy Hardi Siahaan, Selasa (19/5/2026).
Selain sabu dan ganja, BNN juga menyita ketamin seberat 1.029 gram serta 6.681 butir pil ekstasi dari berbagai lokasi operasi yang dilakukan selama dua bulan terakhir.
Menurut Roy, total barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan memiliki nilai ekonomi mencapai Rp211,4 miliar. Dari pengungkapan tersebut, BNN memperkirakan sebanyak 353.312 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Salah satu kasus besar yang diungkap dalam operasi ini melibatkan jaringan narkotika yang dikendalikan seorang buronan bernama Fathurrahman. Dalam kasus tersebut, aparat berhasil menangkap empat pelaku di Jalan Lintas Poros Samarinda–Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Dari tangan para pelaku, petugas menyita sekitar 92,1 kilogram sabu-sabu serta 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate sebanyak 1.000 mililiter.
Etomidate sendiri merupakan zat anestesi yang dalam beberapa waktu terakhir mulai disalahgunakan dan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektronik atau vape. Penggunaan ilegal zat tersebut dinilai berbahaya karena dapat memengaruhi sistem saraf dan menimbulkan ketergantungan.
BNN menyebut modus peredaran narkoba terus berkembang, termasuk memanfaatkan jalur distribusi lintas provinsi dan penyamaran dalam bentuk produk konsumsi modern seperti vape elektronik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih menjadi salah satu target pasar besar jaringan narkotika internasional karena tingginya jumlah pengguna dan luasnya wilayah distribusi. Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus meningkatkan pengawasan di pelabuhan, perbatasan, jalur laut, hingga distribusi digital untuk menekan peredaran narkoba.
Pengungkapan ratusan kilogram narkoba tersebut dinilai penting untuk menekan potensi kerugian sosial dan ekonomi akibat penyalahgunaan narkotika, terutama di kalangan generasi muda.
Selain penindakan, pemerintah juga terus memperkuat program rehabilitasi, edukasi bahaya narkoba, dan pengawasan terhadap zat-zat baru yang mulai disalahgunakan dalam jaringan peredaran narkotika modern.
Ke depan, BNN menegaskan akan terus memperluas operasi pemberantasan narkoba bersama TNI, Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait guna memutus jaringan distribusi narkotika nasional maupun internasional yang masuk ke Indonesia.
