Prabowo Bangga Indonesia Mulai Bangun Mobil Nasional, Tegaskan RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebanggaannya atas dimulainya langkah Indonesia membangun industri mobil nasional sebagai bagian dari percepatan industrialisasi dan hilirisasi. Pernyataan itu disampaikan saat menyampaikan arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional, dengan menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memproduksi kendaraan sendiri dan tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri. Menurut Presiden, penguatan industri manufaktur merupakan strategi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat daya saing ekonomi.

Presiden Prabowo mengatakan pembangunan industri otomotif nasional menjadi bagian dari agenda besar transformasi ekonomi yang didukung percepatan investasi melalui Danantara. Pemerintah menilai pembiayaan yang lebih kuat akan mempercepat pengembangan sektor manufaktur strategis, termasuk industri kendaraan bermotor dan elektronik.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil sendiri, kita harus bikin motor sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo.

Ia juga menegaskan, “Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk pasar lain,” sebagai penekanan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri agar memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari potensi sumber daya yang dimiliki.

Gagasan membangun mobil nasional bukan merupakan kebijakan yang muncul secara tiba-tiba. Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan target agar Indonesia mampu memproduksi mobil nasional dalam beberapa tahun ke depan dengan dukungan pembangunan pabrik, penguatan rantai pasok industri, serta peningkatan kemampuan teknologi manufaktur dalam negeri. Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan nilai tambah industri nasional.

Bagi masyarakat, penguatan industri otomotif nasional diproyeksikan memberikan dampak berupa terbukanya peluang kerja baru di sektor manufaktur, meningkatnya permintaan terhadap komponen produksi lokal, berkembangnya industri kecil dan menengah sebagai bagian dari rantai pasok, serta meningkatnya kemampuan teknologi nasional. Dalam jangka panjang, peningkatan kapasitas produksi domestik diharapkan mampu memperkuat ketahanan industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, seiring tetap menjaga iklim investasi dan kolaborasi dengan pelaku industri.

Ke depan, pemerintah akan melanjutkan percepatan industrialisasi melalui penguatan investasi, pembangunan fasilitas produksi, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor manufaktur agar target kemandirian industri otomotif nasional dapat direalisasikan secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *