TNI AL Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Ilegal di Cilacap, Ribuan Ekor Diamankan

Cilacap—TNI Angkatan Laut melalui tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) ilegal di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026), dengan mengamankan ribuan benih lobster tanpa dokumen resmi yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria bernama Kasimin yang diduga membawa benih lobster menggunakan sepeda motor dengan satu kotak styrofoam. Penangkapan dilakukan saat patroli rutin setelah petugas mencurigai gerak-gerik pelaku di Jalan Lingkar Timur. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama tim Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), jumlah benih lobster yang diamankan mencapai 5.859 ekor, terdiri dari jenis pasir dan mutiara. Nilai ekonomi dari benih tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar. 

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Markas Komando Lanal Cilacap untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak PSDKP guna proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kedaulatan dan kelestarian sumber daya kelautan nasional. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya memberantas praktik ilegal di wilayah perairan Indonesia,” sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi.

Secara historis, penyelundupan benih bening lobster menjadi salah satu kejahatan yang kerap terjadi di wilayah pesisir Indonesia karena tingginya permintaan pasar internasional. Praktik ini tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem laut karena benih lobster diambil sebelum mencapai usia produktif.

Dari sisi dampak, penggagalan penyelundupan ini berpotensi menyelamatkan sumber daya laut nasional serta menjaga keberlangsungan industri perikanan dalam jangka panjang. Selain itu, penindakan tegas terhadap pelaku diharapkan dapat memberikan efek jera dan menekan praktik ilegal serupa di masa mendatang.

Ke depan, TNI AL akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan penyelundupan serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna memastikan perlindungan sumber daya kelautan dan penegakan hukum berjalan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *