JAKARTA — Presiden terpilih Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral selama lima jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Moskow, Rusia, pada Selasa (waktu setempat). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis di bidang energi, ekonomi, serta dukungan terhadap posisi Indonesia dalam forum global, termasuk BRICS, sebagai bagian dari upaya menghadapi dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.
Dalam pernyataan resminya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap Indonesia di kancah internasional. “Kami sangat menghargai dukungan Rusia terhadap peran Indonesia di berbagai forum global, termasuk dalam BRICS,” ujar Prabowo dalam keterangan pers usai pertemuan.
Presiden Vladimir Putin menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia di berbagai sektor strategis. “Rusia memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara dan siap memperluas kerja sama di bidang energi, industri, dan teknologi,” kata Putin.
Selain itu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi, khususnya minyak dan gas, guna mendukung ketahanan energi nasional Indonesia. Prabowo menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi di tengah ketidakpastian global. “Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi kami untuk memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Hubungan Indonesia dan Rusia sendiri telah terjalin sejak era Perang Dingin, dengan kerja sama yang mencakup bidang pertahanan, pendidikan, hingga teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan tersebut kembali diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan akan diversifikasi mitra strategis di tengah perubahan peta kekuatan global.
Masuknya Indonesia dalam lingkar kerja sama ekonomi seperti BRICS juga dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar, investasi, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di tingkat internasional. Blok ini dikenal sebagai kelompok negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi signifikan yang menjadi alternatif kekuatan ekonomi global di luar negara-negara Barat.
Dari sisi domestik, penguatan kerja sama energi dengan Rusia berpotensi memberikan dampak positif bagi stabilitas pasokan energi nasional dan pengendalian harga, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Selain itu, kerja sama di sektor industri dan teknologi diharapkan dapat mendorong transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas nasional.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui pembentukan mekanisme kerja sama teknis dan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman di berbagai sektor prioritas dalam waktu dekat.
