Tulungagung, Jawa Timur, 29 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan bantuan 21 unit irigasi perpompaan (irpom) bagi kelompok tani sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprakirakan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan kebijakan ini diambil berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan berdampak pada sektor pertanian.
“Pemkab sudah melakukan langkah antisipasi, salah satunya melalui penyaluran bantuan irpom kepada kelompok tani,” kata Baharudin di Tulungagung, Selasa (29/4).
Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian yang saat ini masih dalam tahap persiapan penyaluran. Sasaran utama adalah kelompok tani yang mengelola lahan tanpa jaringan irigasi permanen.
“Prioritas diberikan pada lahan sawah yang belum memiliki saluran irigasi agar kebutuhan air tetap terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Baharudin, total bantuan awal yang disiapkan sebanyak 21 unit irpom, dengan kemungkinan penambahan jumlah sesuai alokasi dari pemerintah pusat. Ia menegaskan upaya ini penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.
Secara historis, fenomena El Nino kerap memicu penurunan curah hujan di Indonesia, yang berdampak pada berkurangnya debit air irigasi dan menurunnya hasil panen. Pada beberapa periode sebelumnya, kekeringan bahkan menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah sentra produksi pangan.
Dalam konteks tersebut, penggunaan irigasi perpompaan dinilai menjadi solusi jangka pendek untuk memastikan suplai air tetap tersedia, terutama bagi petani yang tidak memiliki akses ke jaringan irigasi teknis.
Dari sisi dampak, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi padi di Tulungagung, sekaligus melindungi pendapatan petani. Selain itu, langkah ini juga berperan dalam menjaga ketahanan pangan daerah agar tidak terganggu akibat perubahan iklim.
Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman. Cadangan pangan yang dimiliki saat ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lebih dari satu tahun ke depan.
“Kami pastikan stok beras aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir meskipun terjadi kekeringan,” kata Baharudin.
Ke depan, Pemkab Tulungagung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur irigasi dan menambah bantuan bagi petani. Selain itu, langkah mitigasi lain seperti pengaturan pola tanam dan pemantauan kondisi cuaca secara berkala juga akan diintensifkan guna meminimalkan dampak El Nino terhadap sektor pertanian.
