Mentan: Sulsel Jadi Hub KTI Perkuat Swasembada Pangan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 26 Okt 2026, 07.14

MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026 — Makassar (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan Sulawesi Selatan memiliki peran strategis sebagai hub atau gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. "Semua harus sama-sama berkolaborasi untuk mewujudkan Sulsel sebagai hub KTI guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional," kata Amran seusai peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel, Jumat. Kendati harus menghadapi dampak fenomena El nino ataupun la Nina, Menteri Pertanian tetap optimistis terkait pencapaian swasembada pangan beras yang berkelanjutan.
"Kami optimistis Sulsel sebagai hub KTI dapat mendorong terwujudnya swasembada pangan beras yang berkelanjutan. Karena itu, semua pihak harus bekerja bersama-sama, membangun kolaborasi yang kuat," ujarnya. Lebih lanjut, Mentan juga memaparkan capaian signifikan yang telah diraih pemerintah dalam hal swasembada pangan.
Penyaluran Program Strategis dan Pemerataan Layanan Publik
Saat ini, tercatat delapan komoditas strategis telah mencapai tingkat swasembada, antara lain: telur, ayam, beras dan bawang merah serta gula konsumsi. Capaian ini menjadi modal penting untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional. Mentan menegaskan bahwa posisi Sulsel yang strategis menjadikannya sebagai jendela sekaligus penyangga utama distribusi pangan bagi wilayah Indonesia bagian Timur.
Melalui penguatan peran Sulsel sebagai pusat KTI, diharapkan arus pasokan pangan semakin lancar, harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan program swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan. GPIPS sendiri merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau dan merata di seluruh daerah. Di wilayah Sulampua, program ini difokuskan pada sinergi antar-daerah dalam penataan rantai pasok, penguatan produksi pangan lokal, serta pengendalian fluktuasi harga yang berpotensi membebani masyarakat.
Dampak Positif bagi Penguatan Ekonomi dan Daya Beli Warga
Pelaksanaan GPIPS 2026 di Makassar sekaligus menegaskan komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, khususnya di KTI. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemprov Papua Pegunungan Intervensi Pasar Tekan Inflasi
WAMENA, 26 OKTOBER 2026 — Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengintervensi pasar melalui operasi pasar dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah menekan inflasi

TEP Unhas Mulai Riset Multidisiplin di Fakfak Timur
MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026 — Makassar (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai misi riset membawa ilmu pengetahuan lebih dekat ke masyarakat Kampung Weri, Distrik Fakfak Timu

Bupati Manokwari: Festival Kopi Manokwari Akselerasi Pengembangan UMKM
MANOKWARI, 26 OKTOBER 2026 — Manokwari (ANTARA) - Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Manokwari 2026 merupakan salah satu strategi mengakselerasi pengembangan usaha mikro keci
