Satu Suara Bangsa

TEP Unhas Mulai Riset Multidisiplin di Fakfak Timur

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Okt 2026, 07.241 dibaca

Diperbarui: 26 Okt 2026, 07.24

Dokumentasi NASIONAL
Dok. NASIONAL — Dokumentasi NASIONAL

MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026 — Makassar (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai misi riset membawa ilmu pengetahuan lebih dekat ke masyarakat Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, Papua Barat. Ketua Pengelola TEP Unhas Abdullah Sanusi PhD dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Selasa, mengatakan keahlian multidisiplin yang dibawa para dosen memungkinkan potensi kawasan dipahami dari berbagai sudut pandang sehingga solusi yang dihasilkan lebih menyeluruh dan berkelanjutan. "Kami datang bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa keahlian dari berbagai disiplin ilmu," ujarnya.

"Selama empat bulan, kami ingin belajar bersama masyarakat, menggali potensi Weri-Saharei, memahami persoalan yang ada, dan mencari solusi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan," lanjut Abdullah. TEP Unhas terdiri atas 20 dosen sebagai ketua tim dan 100 anggota dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kehadiran mereka disambut masyarakat Kampung Weri dan Kampung Saharei melalui tarian adat, bersama Kepala Distrik Fakfak Timur Gani Samai.

Optimalisasi Pembangunan dan Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Papua

Ia menjelaskan, salah satu fokus kajian adalah potensi pala sebagai komoditas unggulan Kabupaten Fakfak. Tim Unhas akan mengkaji peluang peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, teknologi, hingga pemanfaatan energi surya untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pengolahan hasil perkebunan. Selain itu, potensi perikanan, pertanian, kehutanan, dan ekonomi pesisir juga menjadi bagian dari riset yang akan dikembangkan bersama masyarakat.

Kepala Distrik Gani Samai berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan kawasan. Program TEP 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi memang dirancang untuk menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium pembangunan berbasis potensi lokal. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL26 Okt 2026 · 07.24Oleh Budi Antoni

Pemprov Papua Pegunungan Intervensi Pasar Tekan Inflasi

WAMENA, 26 OKTOBER 2026 — Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengintervensi pasar melalui operasi pasar dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah menekan inflasi

Baca selengkapnya
Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL26 Okt 2026 · 07.23Oleh Budi Antoni

Bupati Manokwari: Festival Kopi Manokwari Akselerasi Pengembangan UMKM

MANOKWARI, 26 OKTOBER 2026 — Manokwari (ANTARA) - Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Manokwari 2026 merupakan salah satu strategi mengakselerasi pengembangan usaha mikro keci

Baca selengkapnya
Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL26 Okt 2026 · 07.23Oleh Budi Antoni

PUPR Sebut Pengerjaan Ruas Jalan Anggrek di Kota Timika Ditunda

TIMIKA, 26 OKTOBER 2026 — Timika (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah,menyebutkan bahwa pembangunan ruas Jalan Anggrek, Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru

Baca selengkapnya