Bupati Manokwari: Festival Kopi Manokwari Akselerasi Pengembangan UMKM
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 26 Okt 2026, 07.23

MANOKWARI, 26 OKTOBER 2026 — Manokwari (ANTARA) - Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Manokwari 2026 merupakan salah satu strategi mengakselerasi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui promosi produk unggulan, serta perluasan akses pasar. Pembangunan UMKM berbasis kopi membutuhkan dukungan dari semua pelaku usaha, termasuk Komunitas Kopi Manokwari yang telah menginisiasi pelaksanaan festival di Manokwari City Mal, Papua Barat, pada 7-9 Agustus 2026. “Hari ini Komunitas Kopi Manokwari sudah menunjukkan kontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi di daerah,” kata Hermus di Manokwari, Jumat.
Menurut dia, Manokwari memiliki potensi sebagai daerah penghasil kopi di Provinsi Papua Barat selain Pegunungan Arfak, dengan luasan kurang lebih mencapai 30 hektare yang telah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu. Pengembangan komoditas perkebunan, termasuk kopi, harus memperhatikan tiga aspek utama. Pertama, peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, penyediaan bibit unggul, penggunaan teknologi, serta penguatan kapasitas petani.
Optimalisasi Pembangunan dan Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat Papua
Kedua, mendorong pengolahan pascapanen untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, perbaikan mutu, pengemasan, sertifikasi, dan diversifikasi produk agar memiliki daya asing yang lebih tinggi. Ketiga, memperluas akses pemasaran melalui promosi produk secara berkala, business matching , pemanfaatan media sosial, serta pengembangan jejaring antara petani dengan pelaku usaha, industri, hingga pasar global. “Jadi, aspek hulu, aspek hilir, dan aspek pemasaran harus berjalan beriringan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih tinggi bagi petani maupun pelaku UMKM,” ujar Hermus.
Hermus menyebut bahwa, Distrik Mokwam maupun Kampung Kwau tidak hanya menjadi lokasi pengembangan komoditas kopi di Manokwari, melainkan ekowisata pemantauan burung pintar atau burung endemik Papua, Vogelkop Bowerbird. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergisitas dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk komunitas kopi guna mengoptimalkan pengembangan potensi unggulan daerah. “Supaya wisatawan berkunjung ke Mokwam tidak hanya memantau burung pintar, tapi mereka bisa minum kopi asli Manokwari,” ujar Hermus.
Akselerasi Layanan Pendidikan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Ketua Komunitas Kopi Manokwari Roland Raweyai menjelaskan, festival bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan barista dalam meracik minuman sesuai permintaan dari konsumen. “Kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah dalam pelaksanaan festival ini,” ujarnya. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemprov Papua Pegunungan Intervensi Pasar Tekan Inflasi
WAMENA, 26 OKTOBER 2026 — Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengintervensi pasar melalui operasi pasar dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah menekan inflasi

TEP Unhas Mulai Riset Multidisiplin di Fakfak Timur
MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026 — Makassar (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai misi riset membawa ilmu pengetahuan lebih dekat ke masyarakat Kampung Weri, Distrik Fakfak Timu

PUPR Sebut Pengerjaan Ruas Jalan Anggrek di Kota Timika Ditunda
TIMIKA, 26 OKTOBER 2026 — Timika (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Papua Tengah,menyebutkan bahwa pembangunan ruas Jalan Anggrek, Kelurahan Sempan, Distrik Mimika Baru
