Satu Suara Bangsa

Mentan Amran: dari Lahan PTPN I, Kedaulatan Pangan Harus Ditumbuhkan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Okt 2026, 07.171 dibaca

Diperbarui: 26 Okt 2026, 07.17

Dokumentasi NASIONAL
Dok. NASIONAL — Dokumentasi NASIONAL

JAKARTA, 26 OKTOBER 2026 — Jakarta (ANTARA) — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong optimalisasi aset perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara I (Persero) untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Arahan tersebut mengemuka dalam rangkaian pembahasan strategis antara Kementerian Pertanian dan jajaran Direksi PTPN I sepanjang Juni hingga Juli 2026, yang antara lain membahas penguatan komoditas strategis, hilirisasi pertanian dan pengembangan bahan baku energi terbarukan. Pada 19 Juni 2026, Kementerian Pertanian bersama sejumlah pemangku kepentingan membahas penguatan kebijakan dan regulasi BUMN Pangan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan.

Pembahasan berlanjut pada 26 Juni melalui finalisasi rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis serta penyusunan Surat Keputusan Bersama mengenai penugasan BUMN Pangan. Sementara pada 9 Juli 2026, rapat koordinasi membahas pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Langkah tersebut menunjukkan keterkaitan antara penguatan pangan dan pengembangan energi terbarukan.

Penyaluran Program Strategis dan Pemerataan Layanan Publik

Amran menilai swasembada pangan perlu dimaknai secara lebih luas, tidak hanya melalui peningkatan produksi beras, tetapi juga pengembangan berbagai komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi dan potensi hilirisasi. Tebu, misalnya, diarahkan untuk mendukung swasembada gula, sedangkan ubi kayu berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol. Kelapa sawit tetap menjadi komoditas penting bagi industri dan devisa, sementara rempah-rempah memiliki peluang untuk diperkuat sebagai komoditas bernilai tambah.

Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. PTPN I sebagai bagian dari ekosistem BUMN Pangan memiliki posisi strategis karena mengelola aset perkebunan di berbagai wilayah yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dan kemitraan dengan pekebun rakyat. Sejumlah agenda yang dijalankan PTPN I bersama pemerintah antara lain pengembangan kawasan tebu untuk mendukung swasembada gula, pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol, penguatan komoditas rempah, dukungan terhadap stabilisasi harga tandan buah segar kelapa sawit serta pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi.

Dampak Positif bagi Penguatan Ekonomi dan Daya Beli Warga

Optimalisasi aset tersebut diarahkan tidak hanya pada peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga penciptaan nilai tambah melalui investasi, inovasi, mekanisasi, digitalisasi, pertanian presisi dan pemanfaatan data. Di sisi lain, penguatan peran petani dan pekebun tetap menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut. BUMN didorong untuk memperluas akses terhadap teknologi dan pembiayaan, memperkuat kemitraan serta menjaga agar pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan pihaknya siap menerjemahkan arah tersebut melalui optimalisasi aset, penguatan komoditas strategis dan percepatan hilirisasi. “PTPN I akan terus memperkuat peran sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional. Optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, hilirisasi dan penguatan kemitraan dengan masyarakat menjadi bagian dari langkah kami untuk memberikan nilai tambah sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” ujar Abdul Rivai di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Sinergi Lintas Sektor untuk Menjaga Stabilitas Kebutuhan Pokok

Menurut dia, transformasi perkebunan diarahkan untuk mengubah aset menjadi sumber nilai ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dengan penguatan produktivitas, hilirisasi dan kemitraan, aset perkebunan negara diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan rantai pasok pangan dan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nasional. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL26 Okt 2026 · 07.24Oleh Budi Antoni

Pemprov Papua Pegunungan Intervensi Pasar Tekan Inflasi

WAMENA, 26 OKTOBER 2026 — Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengintervensi pasar melalui operasi pasar dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai langkah menekan inflasi

Baca selengkapnya
Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL26 Okt 2026 · 07.24Oleh Budi Antoni

TEP Unhas Mulai Riset Multidisiplin di Fakfak Timur

MAKASSAR, 26 OKTOBER 2026 — Makassar (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai misi riset membawa ilmu pengetahuan lebih dekat ke masyarakat Kampung Weri, Distrik Fakfak Timu

Baca selengkapnya
Dokumentasi NASIONAL
NASIONAL26 Okt 2026 · 07.23Oleh Budi Antoni

Bupati Manokwari: Festival Kopi Manokwari Akselerasi Pengembangan UMKM

MANOKWARI, 26 OKTOBER 2026 — Manokwari (ANTARA) - Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Manokwari 2026 merupakan salah satu strategi mengakselerasi pengembangan usaha mikro keci

Baca selengkapnya